Tinjau Kesiapan Hadapi Karhutla, BPBD Kampar dan BNPB Jumpai Kanal Tak Terurus di Rimbo Panjang
Sedangkan ukuran embung mulai dari 20x20 sampai 50x50 meter persegi. Biasanya yang ideal untuk karhutla 30x30 dengan kedalaman 3 meter.
TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Lembaga kebencanaan meninjau kondisi kanal di Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang, Jumat (12/6/2026). Ditemukan sejumlah kanal tak terurus.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kampar, Azwan mengatakan, peninjauan dilakukan langsung oleh utusan khusus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk wilayah Sumatera, Brigjen TNI Mohammad Syech Ismed.
"Kita menemukan banyak kanal yang sudah tertutup karena bersemak," katanya kepada Tribunpekanbaru.com.
Ia mengatakan, kanal memiliki fungsi penting sebagai tempat penampungan air selain embung. Suplai air dari kanal digunakan untuk upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut dia, Rimbo Panjang termasuk daerah di Kampar yang paling rawan karhutla. Apalagi di desa itu terhampar tanah gambut yang cukup tebal.
"Rimbo Panjang juga lokasi yang diatensi karena dekat dengan bandara," ungkapnya. Oleh karena itu, tempat penampungan air mesti memadai dalam penanganan karhutla.
BNPB meminta agar pemerintah desa mendata kanal-kanal yang kondisinya tidak bagus. Hasil pendataan kemudian dilaporkan ke BNPB.
"Kanal ini kan di tanah milik masyarakat. Makanya pemerintah desa diminta melakukan pendataan yang tanahnya dibikin kanal," ujarnya. Pemerintah desa juga diminta mencari lahan yang dapat dijadikan embung.
Menurut dia, BNPB akan menormalisasi kanal-kanal tersebut. Pengerjaan ditargetkan mulai akhir Juni 2026 ini.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kampar, Adi Candra Lukita menambahkan, kanal idealnya berukuran lebar 1-2 meter atau 2-4 meter dengan kedalaman 1,5-3 meter.
Sedangkan ukuran embung mulai dari 20x20 sampai 50x50 meter persegi. Biasanya yang ideal untuk karhutla 30x30 dengan kedalaman 3 meter.
Menurut dia, ukuran ideal ditinjau dari kemampuan menampung air saat kemarau. Selain itu mampu bertahan di kedalaman 2 meter saat tingkat penguapan tinggi agar mesin pompa dapat beroperasi.
"Kalau untuk water bombing, (ukuran di bawah 50x50 meter persegi) juga masih bisa, tapi lebih bagus di 50x50 dengan kedalaman 3-5 meter," ungkapnya. (ADV/Fernando Sihombing)
| Tiga JPU Disiapkan Buktikan Praktik Bedah Kecantikan Ilegal Eks Putri Indonesia Riau di Persidangan |
|
|---|
| Prediksi Pertandingan Brasil vs Maroko di Grup C Piala Dunia 2026, Salecao Menang Tipis |
|
|---|
| PLN UIP Sumbagteng dan Kejati Sumut Perkuat Sinergi Dukung Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan |
|
|---|
| VIRAL Video 4 ASN di Jambi Heboh Pamer Gaji ke-13: Minta Maaf, Jelaskan Maksud Kontennya |
|
|---|
| Berawal dari Pesantren, Pemuda Jalin Asmara dengan Perempuan Lebih Tua: Hubungan Berakhir Tragis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Tinjau-Kesiapan-Hadapi-Karhutla.jpg)