Sabtu, 11 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Siak

Ciptakan Kondisi Damai Hadapi Pemilu 2024, Eks Karya Dayun dan PT DSI ‘Gencatan Senjata’

Konflik lahan antara masyarakat eks Karya Dayun dengan PT Duta Swakarya Indah (DSI) tidak kunjung usai.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Mayonal Putra
Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi berfoto bersama perwakilan masyarakat eks Karya Dayun, Muhammad Dasrin Nasution (kemeja putih) dan PH PT DSI Suharmansyah usai Rakor Forkopimda Siak, Rabu (29/11/2023) malam di aula Polres Siak. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Konflik lahan antara masyarakat eks Karya Dayun dengan PT Duta Swakarya Indah (DSI) tidak kunjung usai. Akhir-akhir ini viral duel ekscavator kedua pihak di dalam kawasan perkebunan.

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kabupaten Siak menghadirkan kedua pihak pada Rakor forum ini, Rabu (29/11/2023) malam di aula Polres Siak. Rapat ini dipimpin Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi, dan dihadiri Bupati Siak Alfedri, Komandan Kodim 0322 Siak, Letkol Inf Muhammad Faisal Effendi, Sekda Siak, Arfan Usman, Ketua KPU Siak Ahmad Rizal, Ketua Bawaslu Siak, Zulfadli Nugraha dan sejumlah undangan.

Dari kalangan masyarakat eks Karya Dayun dihadiri Dasrin dan jajaran bersama Penasehat Hukum, Daud Pasaribu. Sementara dari kalangan PT DSI dihadiri direkturnya Misno dan Penasehat Hukum, Suharmansyah.

Dasrin mengungkapkan, pertemuan itu meminta menghentikan konflik demi menciptakan Kamtibmas menghadapi agenda nasional yaitu Pemilu.

Pada prinsipnya pihaknya setuju dengan permintaan itu, namun ia juga meminta agar PT DSI menghentikan invansi ke wilayah perkebunannya.

“Pertemuan itu menyangkut Kamtibmas menjelang Pemilu, namun kita memasukkan unsur-unsur yang saya rasakan selama kami menghadapi serangan PT DSI yang menginvansi kami,” katanya.

Dasrin memastikan pihaknya tidak pernah melakukan agresi kepada PT DSI. Tetapi memberikan perlawanan terhadap invanasi yang dilakukan PT DSI di wilayah perkebunannya.

Baca juga: VIRAL Bak Film Transformers, Perang Alat Berat Gara-gara Sengketa Lahan di Siak

“Kami akan melawan ketika kami diganggu. Kami wajib mempertahankan, karena kami memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM),” katanya.

Ia menyatakan mengapresiasi upaya Kapolres dan Bupati Siak untuk menciptakan Kamtibmas menjelang Pemilu. Namun ia juga meminta agar pihak PT DSI keluar dari kawasan eks Karya Dayun sesegera mungkin.

“Sebab, dari hasil catatan kami, proses hukum masih bergulir, di samping itu teman-teman di luar kami juga melakukan upaya hukum terhadap PT DSI, jadi bukan kami saja,” katanya.

Setelah Eks Karya Dayun memenangkan duel alat berat melawan dua unit alat berat DSI, muncul informasi bahwa DSI akan melakukan pengerahan lebih kuat lagi. Bahkan DSI akan membuat parit di kawasan eks Karya Dayun.

“Itu rencana terakhir mereka yang kami dengar sesudah pertempuran transformers kemarin, yaitu mereka akan membuat kami tidak bisa bergerak. karena mereka mau membuat parit. Kami tentu harus mencegah ini,” kata Dasrin.

Dasrin juga mengatakan alasannya untuk meminta pihak DSI meninggalkan wilayahnya. Pertama demi menjaga Kamtibamas dan melancarkan agenda nasional Pemilu. Kedua, kawasan eks Karya Dayun berada di luar Izin Usaha Perkebunan (IUP) PT DSI.

“Perlu juga dicatat bahwa kami tidak tahu berita acara konstatering dan titik koordinat yang diukur hingga saat ini, jadi tolong tinggalkan lahan kami demi menjaga Kamtibmas,” katanya.

Dasrin memberikan pandangan, agar dilakukan pengukuran ulang atas bidang tanah milik PT DSI berdasarkan Berita Acara Tata Batas pada Tahun 1996.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved