Jumat, 8 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Info Bisnis Sawit Riau

Harga TBS Sawit Riau Mitra Plasma Periode 1 Oktober hingga 7 Oktober 2025, Ini Daftar Lengkapnya 

Harga tertinggi TBS Sawit Riau minggu ini terdapat pada kelompok umur 9 tahun dengan nilai Rp 3.695,92 per kg. 

Tayang:
Penulis: Alex | Editor: Sesri
FOTO/DOK
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kemitraan plasma di Provinsi Riau kembali mengalami penurunan pada periode penetapan 24 hingga 30 September 2025. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Dinas Perkebunan Provinsi Riau kembali menetapkan harga pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kemitraan plasma untuk periode 1 hingga 7 Oktober 2025.

Keputusan ini dihasilkan dari rapat penetapan harga yang digelar Selasa (30/9/2025) bersama tim penetapan harga dan perwakilan perusahaan.

Kabid Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Dr. Defris Hatmaja, SP, M.Si, menyebutkan harga tertinggi minggu ini terdapat pada kelompok umur 9 tahun dengan nilai Rp 3.695,92 per kg. 

"Harga tersebut naik sebesar Rp 16,23 per kg dibandingkan periode sebelumnya," jelasnya.

Untuk umur lainnya, harga TBS juga mengalami peningkatan. Harga umur 3 tahun ditetapkan Rp 2.855,17, umur 4 tahun Rp 3.230,71, umur 5 tahun Rp 3.422,16, umur 6 tahun Rp 3.570,28, umur 7 tahun Rp 3.647,87, dan umur 8 tahun Rp 3.690,88 per kg.

Sementara itu, untuk tanaman umur 10–20 tahun, harga ditetapkan Rp 3.676,83 per kg. Umur 21 tahun Rp 3.620,03, umur 22 tahun Rp 3.565,82, umur 23 tahun Rp 3.507,67, umur 24 tahun Rp 3.444,06, dan umur 25 tahun Rp 3.372,38.

Defris menjelaskan, harga minggu ini dipengaruhi oleh pergerakan harga CPO yang berada di angka Rp 14.581,61 per kg dan kernel Rp 14.007,99 per kg. 

Baca juga: Berbahan Limbah Sawit, PTPN IV PalmCo Bangun Pabrik Gas Biometan Pertama Di Indonesia

Harga cangkang tercatat Rp 17,38 per kg, dengan indeks K sebesar 92,75 dan BOTL 1,31.

"Naiknya harga CPO dan kernel menjadi faktor utama peningkatan harga TBS pekan ini. Ini tentu menjadi kabar baik bagi petani plasma," ujar Defris.

Menurutnya, kenaikan harga ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan petani plasma. 

Namun ia mengingatkan agar kualitas buah yang dipasok tetap dijaga, terutama kematangan tandan agar rendemen pabrik tetap optimal.

Defris menegaskan penetapan harga TBS dilakukan secara transparan, berbasis regulasi, serta melibatkan perusahaan dan petani. Hal ini untuk memastikan kedua pihak mendapat manfaat yang adil.

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola harga yang baik agar harga TBS tetap stabil di masa mendatang. "Komitmen bersama ini akhirnya akan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat," tutup Defris. 

(Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved