Minggu, 17 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Harmonisasi KPR Subsidi dan Mimpi Perempuan Muda: Ketika Rumah Lebih dari Sekadar Investasi

Kepemilikan rumah oleh perempuan melalui skema KPR Subsidi sudah semestinya terus didorong karena sesuai dengan acuan SDGs point 5

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Sesri
Tribun Pekanbaru/Firmauli Sihaloho
Perumahan Bima Puri, Jalan Wira Puri Kota Pekanbaru merupakan kompleks rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBPR) dengan luas 96 meter persegi. 

Ringkasan Berita:
  • Rumah bagi perempuan bukan hanya sekadar investasi, ia menjadi simbol kesetaraan gender yang menjamin hak mereka untuk bersuara, mendapatkan kehidupan yang lebih aman dan nyaman
  • Dari tahun 2020 sampai 2024, porsi penyaluran KPR oleh BTN untuk kelompok perempuan sebesar 32,5 persen. Pencapaian ini selaras dengan acuan SDGs point 5

 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Minggu (1/3/2026) sore, suasana di Perumahan Bima Puri, Jalan Wira Puri Kota Pekanbaru, Riau terlihat mulai sunyi dan tenang. Beberapa penghuni mulai menyalakan lampu teras dan berdiam di dalam rumah sembari menanti adzan maghrib untuk berbuka puasa.

Kompleks perumahan subsidi tipe 36/96meter persegi itu terbilang masih baru. Terlihat dari warna cat dinding bangunan yang masih segar. Jalan penghubung pada setiap bloknya juga terasa nyaman bagi pengendara. 

Sementara di salah satu teras rumah, Sutri Sigalingging (26) bersama sang ibu terlihat masih menikmati obrolan.

Sejak ia memberanikan diri mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada Juni 2025 lalu kepada Bank Tabungan Negara (BTN), kebiasaan berbincang itu menjadi rutinitas baru bagi mereka.

Maklum, sejak diterima menjadi bidan di salah satu rumah sakit pada tahun 2021, Sutri indekos di bilangan Jalan Ahmad Yani. Sementara sang ibu tinggal sendiri di rumah milik abangnya di Pandau, sekitar 30 menit dari tempatnya bekerja. Kesempatan mengunjungi ibunya dilakukan hanya sewaktu libur kerja.

“Abang yang punya rumah itu kerjanya di Kabupaten Siak. Jadi, ke Pekanbaru sekali seminggu. Kalau Ayah, sudah lama meninggal dunia, bahkan saat kami masih kecil,” kata bungsu tiga bersaudara ini.

Berangkat dari situasi itu, tekad Sutri yang masih lajang untuk memiliki rumah menguat. Menurut dia tak perlu besar atau mewah, yang penting akses ke tempat kerja tidak terlalu jauh agar bisa tetap menemani sang ibu setiap hari.

Sejak saat itu, gaji yang ia terima setiap bulan dikelola dengan hati-hati. Ia memilah pengeluaran antara kebutuan dan keinginan. Kemudian, setiap rupiah itu ia tabung untuk membayar uang muka atau biaya akad.

“Saya sempat mengunjungi beberapa lokasi perumahan subsidi yang disarankan teman kerja. Menurut saya yang paling pas di Bima Puri ini. Jarak ke tempat kerja sekitar 15 menit, cicilan juga tidak terlalu berat, Rp 1,4 juta per bulan dengan tenor 13 tahun,” urai dia.

Ia mengatakan proses akad seperti wawancara dengan pihak BTN berlangsung lancar. Semua pertanyaan yang diajukan mampu ia jawab.

"Saat ini, istirahat terasa lebih nyaman setiap kali pulang kerja. Mama pun terlihat lebih bahagia. Ada rasa tenang, karena lingkungannya lebih ramai, sehingga bisa bersosialisasi dengan orang-orang baru," tuntas dia.

KPR Subsidi memang semakin diminati oleh kelompok usia muda dan perempuan. Pada tahun 2024, BTN melaporkan komposisi KPR pada kelompok perempuan mencapai 32,5 persen dengan realisasi penyaluran sejak tahun 2020 sampai dengan 2024 sebanyak 173.476 unit atau sekitar Rp25 triliun.

“Jadi kaum milenial dan KPR bagi wanita sangat besar dalam menyerap pembiayaan perumahan di BTN,” jelas Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam siaran persnya.

Ia menuturkan, pencapaian ini menunjukkan peran penting BTN dalam memenuhi kebutuhan hunian layak bagi rakyat, sekaligus menggerakkan perekonomian nasional melalui sektor perumahan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved