Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pantun Melayu

Pantun Melayu Tentang Cinta dan Pantun Perkenalan Muda-mudi

Pantun Melayu merupakan sastra lisan paling populer dan sangat sering dijumpai di berbagai acara.

Editor: Ariestia
tribunpekanbaru
Pantun Melayu merupakan sastra lisan paling populer dan sangat sering dijumpai di berbagai acara. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pantun Melayu merupakan sastra lisan paling populer dan sangat sering dijumpai di berbagai acara.

Pantun melayu banyak ragamnya dan dipersembahkan dalam upacara, pertemuan, kegiatan, majelis, maupun dalam pergaulan sehari-hari.

Masyarakat Melayu tidak dapat melepaskan diri pantun. 

Apalagi, tradisi ini sudah turun temurun sejak lama dari satu generasi ke generasi lainnya.

Pantun Melayu lama masih tetap ada dan digunakan oleh masyarakat hingga saat ini.

Karena itu pantun tak akan lekang oleh zaman. 

Meskipun zaman boleh berganti, dan bahasa yang digunakan oleh masyarakat pun berkembang.

Bahasa 'kekinian' ataupun bahasa 'gaul' pun dipakai dalam pantun sekarang.

Namun pantun melayu klasik tak akan dilupakan.

Di antara sekian banyak jenis pantun, pantun melayu tentang percintaan sering digunakan.

Pantun Cinta termasuk ke dalam kategori pantun muda. Pantun ini dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:

Pantun Berkenalan
Pantun Berkasih-kasihan
Pantun Berceraian
Pantun Beriba Hati

Pantun melayu cinta berikut ini menjadi gambaran  yakni Pantun Berkenalan. Pantun-pantun berikut diambil dari buku-buku Melayu klasik yang dirangkum greatblogid.blogspot.com.

Arak-arak kelapa puan,
tak puan kelapa padi.
Harap benar hamba ke tuan
tak Tuan siapa lagi.

Ambil susu di pasar ikan
susu kambing di Kali Mati
Bukan lesu tak kurang makan
lesu sebab menahan hati.

Anak lebah main di rawa
ikan sepat di dalam karang
Rasanya badan tiada bernyawa
Sebelum dapat adinda sayang

Andang-andang padi sang nata
Putus benang jalankan tombak
Timbang-timbang apalah rasa
Lautan tenang gunung berombak

Ambil guni di Kali Mati
Tanah lapang tempat komedi
Saya mati membela mati
takutkan tuan tiada sudi.

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved