Senin, 4 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Tekno

WASPADA, Penipuan Whatsapp Lewat Fitur Share Screen, Sudah Terjadi di Indonesia

Bagi pengguna Whatsapp harus berhati-hati. Penipuan lewat shre scrreen kini jadi celah bagi pelaku untuk membobol rekening

Tayang:
Editor: Budi Rahmat
tangkap layar/ pexel
PENIPUAN- Waspada, penipuan Whatsapp lewat fitur Sharescreen. Korbannya sudah ada di Indonesia 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Perhatian. Penipuan lewat media whastapp. Ini harus menjadi perhatian bagi pengguna aplikasi berbagi pesan dan panggilan video tersebut.

Pelaku kejahatan bisa dnegan mudah mendapatakna data pribadi termasuk perbankan pemilik hanya dengan seklai kesalahan saja.

Pelaku akan menyusup lewat cara panggilan Whatsapp kemudian meminta pengguna mengaktifkan fitur berbagai layar atau share screen.

Baca juga: Tiba-tiba Bripka Johan Disiram Pertalite oleh Tri Wulandari, Matanya Alami Luka Serius

Lewat celah inilah pelaku kemudian berusaha untuk mendapatkan data pribadi korbannya dan kemudian akan melakukan pencurian baik data pribadi maupun membobol rekening korbannya.

Berikut ini peringatannya

Baru-baru ini Biro Investigasi Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) mengeluarkan peringatan serius bagi para pengguna WhatsApp. Peringatan ini terkait modus penipuan baru yang memanfaatkan fitur berbagi layar (share screen) di WA.

Modus ini disebut marak terjadi di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, India, termasuk Indonesia. FBI meminta pengguna aplikasi pesan instan milik Meta tersebut lebih waspada agar tidak menjadi korban.

Fitur share screen WhatsApp memungkinkan pengguna membagikan tampilan layar ponsel kepada lawan bicara, baik sebagian aplikasi maupun keseluruhan aktivitas layar.

Jika diaktifkan, informasi sensitif seperti kata sandi, kode OTP, detail pembayaran, hingga pesan pribadi bisa terlihat jelas oleh pihak lain.

Menurut FBI, penipu memanfaatkan celah ini dengan teknik rekayasa sosial (social engineering).

Dalam skema yang disebut phantom hacker scam, korban awalnya dihubungi melalui telepon atau pesan yang mengatasnamakan bank.

Dengan alasan akun sedang diretas, korban diarahkan memindahkan uang ke rekening "aman" dan diminta melanjutkan komunikasi via panggilan WhatsApp.

Di aplikasi tersebut, penipu kemudian meminta korban mengaktifkan fitur share screen. Begitu layar terbuka, pelaku dapat memantau seluruh aktivitas ponsel korban secara real-time, termasuk mengakses data perbankan.

"Cukup satu klik salah, dan mereka bisa melihat segalanya di layar smartphone Anda," tulis FBI dalam peringatannya, dikutip KompasTekno dari Forbes, Rabu (1/10/2025).

Dengan akses tersebut, penipu bisa mengambil alih akun, menguras saldo rekening, hingga menyalahgunakan data pribadi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved