Jelang Nataru Harga Beras Non SPHP di Kuansing Dinilai Mahal, Diduga Ada Spekulan
Pemerintah Provinsi Riau sendiri telah mendatangkan pasokan dari Jawa Barat sebagai langkah antisipasi kebutuhan akhir tahun.
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Firmauli Sihaloho
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Provinsi Riau sendiri telah mendatangkan pasokan dari Jawa Barat sebagai langkah antisipasi kebutuhan akhir tahun.
- Jika harga tinggi disebabkan oleh faktor transportasi, Bupati menyarankan agar dilakukan subsidi biaya angkut guna menekan harga jual di pasaran.
TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga beras non-SPHP di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dinilai masih terlalu tinggi, rata-rata Rp 17 ribu per kilogram.
Padahal, Kuansing dikenal sebagai salah satu daerah penghasil beras di Riau.
Kondisi tersebut membuat Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, heran dan mempertanyakan faktor penyebabnya.
“Ketersediaan beras kita melimpah, bahkan cukup untuk tiga bulan ke depan. Tapi harga non-SPHP masih mahal. Ini aneh,” ujar Suhardiman, Selasa (23/12/2025).
Suhardiman menduga ada permainan harga oleh spekulan beras yang menyebabkan lonjakan harga tidak wajar.
Ia pun menginstruksikan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagrin) untuk segera menelusuri akar permasalahan ini.
Jika harga tinggi disebabkan oleh faktor transportasi, Bupati menyarankan agar dilakukan subsidi biaya angkut guna menekan harga jual di pasaran.
Sementara itu, harga cabai dan bawang masih tergolong stabil.
Baca juga: Relokasi Penduduk dari TNTN Riau, Jubir Warga: Ini Jebakan Batman Bagi Masyarakat
Baca juga: 150 Desa di Kuansing Rawan Bencana, Bupati Suhardiman Ultimatum Sekda Hingga Camat
Pemerintah Provinsi Riau sendiri telah mendatangkan pasokan dari Jawa Barat sebagai langkah antisipasi kebutuhan akhir tahun.
“Kita juga punya cabai lokal. Saat ini, ada sekitar 7 hektare lahan cabai yang telah panen,” jelasnya.
Namun, ia meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura untuk tidak puas dengan capaian tersebut.
“Jangan cuma 7 hektare, kalau bisa 70 hektare. Ini penting untuk menjaga stok, menekan harga, dan mengendalikan inflasi,” tegas Suhardiman.
Sementara itu, untuk menekan harga beras di Kuansing, Kapolres Kuansing, AKBP R. Ricky Pratidiningrat mengatakan telah menyalurkan 122 ton beras SPHP dari 175 ton yang ditargetkan.
Beras SPHP tersebut kata AKBP R. Ricky disalurkan melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar Polres Kuansing dan jajaran.
"Gerakan Pangan Murah dilakukan oleh seluruh Polsek. Baru-baru ini, Polres juga menggelar Gerakan Pangan Murah di depan Pasar Modern dengan total 9 ton beras SPHP yang kami sediakan," ujar AKBP R. Ricky.
| Keluarga Jemaah Haji Kloter 3 Batam Asal Pekanbaru Hanya Bisa Antar Sampai Gerbang Purna MTQ |
|
|---|
| Menembus Hutan Sagu dan Anak Sungai, PLN Percepat Hadirkan Terang di Pelosok Meranti |
|
|---|
| Tengkorak Manusia Ditemukan di Perairan Meranti, Diduga Penumpang Lompat dari Kapal Dumai Line |
|
|---|
| Prabowo Dikabarkan Akan Reshuffle Kabinet, Mencuat 3 Kriteria Menteri yang Bakal Didepak |
|
|---|
| VIRAL Guru Honorer Tiba-Tiba Tercatat Punya Mobil Ferrari Seharga Rp42 M |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Beras_SPHP_tersimpan_dalam_Gudang_Bulog_di_Kota_Pekanbaru.jpg)