Selasa, 19 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Sadisnya Oknum Polisi Bripda Seili yang Menghabisi Mahasiswi ULM Zahra Dilla

Pembunuh Zahra Dilla, Bripda Muhammad Seili (20) merupakan anggota Sat Samapta Polres Banjarbaru Polda Kalsel.

Tayang:
Editor: Muhammad Ridho
Banjarmasin Post
PEMBUNUHAN - Bripda Muhammad Seili (20) anggota Sat Samapta Polres Banjarbaru Polda Kalsel nekat membunuh mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarmasin. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat berujung dengan penangkapan seorang oknum polisi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Oknum polisi bernama Bripda Muhammad Seili diduga membunuh mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Zahra Dilla (20).

Bripda Muhammad Seili (20) merupakan anggota Sat Samapta Polres Banjarbaru Polda Kalsel.

Pada Jumat (26/12/2025) ini, Bripda Seili seorang anggota polisi dihadirkan dalam sesi pengungkapan kasus di Mapolres Banjarmasin. 

Kronologi Pembunuhan

Polda Kalimantan Selatan mengungkap kronologi kasus pembunuhan terhadap seorang mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Zahra Dilla (20).

Pelaku diketahui merupakan oknum anggota Polri, Bripda Muhammad Seili (20), personel Sat Samapta Polres Banjarbaru.

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam hingga Rabu dini hari, 23–24 Desember 2025.

Menurut Adam, pelaku dan korban pertama kali bertemu sekitar pukul 20.00 WITA di kawasan perempatan Mali-Mali.

Saat itu, korban datang menggunakan sepeda motor, sementara pelaku mengendarai mobil.

“Setelah bertemu, sepeda motor korban diparkir di sebuah minimarket sekitar lokasi. Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan mobil milik pelaku,” ujar Adam, Jumat (26/12/2025).

Sekitar pukul 21.00 WITA, keduanya menuju kawasan wisata Bukit Batu.

Setelah berada di lokasi tersebut, sekitar pukul 23.00 WITA mereka meninggalkan Bukit Batu dan bergerak menuju kawasan Landasan Ulin, Banjarbaru.

Di perjalanan, pelaku sempat singgah ke rumah saudaranya. Hal tersebut dilakukan untuk menciptakan alibi, karena calon istri pelaku terus menghubunginya melalui telepon.

“Pelaku mengaku mampir ke rumah kakaknya untuk meyakinkan calon istrinya bahwa ia berada di sana,” jelas Adam.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved