Kamis, 30 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Israel Serang Iran

Profil Mojtaba, Putra Ayatollah Khamenei yang Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru

Nama Mojtaba Khamenei mencuat setelah Majelis Para Ahli (Assembly of Experts) dilaporkan memilihnya sebagai pimpinan tertinggi Iran.

Tayang:
Editor: Muhammad Ridho
ISTIMEWA/Wikimedia Commons via WION
PENGGANTI ALI KHAMENEI - Setelah wafatnya Ali Khamenei, laporan media menyebut Mojtaba Khamenei terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran melalui Assembly of Experts yang dipengaruhi oleh IRGC. ( 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Nama Mojtaba Khamenei mencuat setelah Majelis Para Ahli (Assembly of Experts) dilaporkan memilihnya sebagai pimpinan tertinggi Iran.

“Majelis Ahli memilih putra Ali Khamenei, Mojtaba, sebagai Pemimpin Tertinggi berikutnya,” lapor Iran International, mengutip sejumlah sumber.

Proses tersebut disebut berlangsung di bawah tekanan kuat dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang selama ini dikenal memiliki pengaruh besar dalam struktur kekuasaan Iran.

Mojtaba (56) merupakan putra tertua kedua Ali Khamenei dan dikenal memiliki kedekatan dengan IRGC.

Meski bukan ulama berpangkat tinggi serta tidak pernah memegang jabatan resmi dalam pemerintahan, ia diyakini memiliki pengaruh signifikan di balik layar.

Ia juga pernah bertugas di angkatan bersenjata Iran saat perang Iran–Irak.

Kenaikan Mojtaba disebut-sebut sangat sensitif secara politik.

Baca juga: Iran Bantah Hantam Kilang Minyak di Arab Saudi Pakai Drone, Tuding Israel Ciptakan Kekacauan

Penunjukan itu terjadi hanya beberapa hari setelah ayahnya tewas dalam gelombang serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, yang kemudian memicu konflik bersenjata besar di Timur Tengah.

Republik Islam Iran selama ini kerap mengkritik sistem pemerintahan turun-temurun dan memposisikan diri sebagai alternatif yang lebih adil dibandingkan monarki.

Karena itu, transisi kekuasaan dari ayah ke anak berpotensi memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi prinsip tersebut.

Iran International juga mengklaim bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memberikan tekanan kuat kepada kalangan ulama untuk mendukung Mojtaba.

“IRGC sangat menekan kelompok ulama yang berkumpul untuk memilih Mojtaba sebagai pemimpin baru rezim tersebut,” tulis outlet itu.

Pemimpin Tertinggi menempati posisi sentral dalam sistem teokrasi Syiah Iran yang memiliki struktur pembagian kekuasaan kompleks, serta memegang keputusan akhir atas seluruh urusan negara.

Jabatan tersebut juga mencakup peran sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata dan Garda Revolusi, pasukan paramiliter yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat pada 2019.

Di bawah kepemimpinan Ali Khamenei, Garda Revolusi memperluas pengaruhnya dalam bidang politik, militer, dan ekonomi Iran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved