Kamis, 7 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kondisi Terkini Terkait Kapal Pertamina yang “Nyangkut” di Selat Hormuz: Akankah Segera Berlayar?

Bahreini memperingatkan, jika AS-Israel benar-benar melancarkan operasi darat di Iran, maka menurutnya itu merupakan suatu kesalahan besar.

Tayang:
Tribun Pekanbaru/KOMPAS.com/Seto Ajinugroho
Dua kapal Pertamina Indonesia masih tertahan di Selat Hormuz 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel masih terus berlangsung tanpa tanda-tanda akan mereda.

Bahkan, kondisi kian memanas setelah muncul laporan bahwa Kementerian Pertahanan Amerika Serikat tengah merancang strategi baru, termasuk opsi pengerahan pasukan darat di area konflik.

Menanggapi hal tersebut, Iran tidak menunjukkan rasa gentar.

Dikutip Kompas.com, Kamis (26/3/2026). Duta Besar Iran untuk PBB di Jenewa Ali Bahreini menyebut negaranya mampu mengalahkan pasukan Amerika Serikat dan Israel di darat.

Pernyataannya tersebut disampaikan di tengah upaya AS mengirim pasukan elite dan ribuan tentaranya ke Timur Tengah.

Meski begitu, Bahreini menekankan bahwa Iran telah mempersiapkan diri untuk menghadapi skenario apa pun dalam konfliknya dengan Israel dan AS saat ini.

Bahreini memperingatkan, jika AS-Israel benar-benar melancarkan operasi darat di Iran, maka menurutnya itu merupakan suatu kesalahan besar.

Kapal Indonesia Tertinggal di Selat Hormuz

Di tengah desing rudal dan gemuruh suara ledakan, ada kepentingan Indonesia yang juga tertinggal di Teluk Arab.

Dua kapal milik Pertamina itu adalah Pertamina International Shipping (PIS) VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Kapal berisi bahan bakar minyak (BBM) ini harus parkir di Teluk Arab untuk menghindari "rudal nyasar" dari Iran yang sedang mempertahankan diri.

Bukan tanpa alasan, beberapa kapal tanker minyak Amerika Serikat pernah dirudal Iran saat melewati Selat Hormuz pada 14 Maret 2026.

Baca juga: Sebut Indonesia Terlambat, Pengamat Soroti Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz

Baca juga: Bupati Rohil Geram dengan Pengelolaan PT SPRH, Soroti Kekosongan Stok BBM di SPBU

Untuk menghindari hal yang sama, keduanya kini masih tertahan dan belum bisa melanjutkan perjalanan.

Di dalam negeri, pemerintah memutar otak agar kapal-kapal dengan muatan energi fosil itu bisa segera tiba memasok BBM ke Tanah Air.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, ini tidak mudah namun tidak juga mustahil untuk diusahakan.

Ia menegaskan, koordinasi intensif masih terus dibangun pemerintah Indonesia dengan Iran untuk mengeluarkan dua kapal RI dari kawasan konflik tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved