Kamis, 21 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Nasional

Prabowo Sebut Jumlah Masyarakat Miskin Meningkat, Tapi Berbeda dengan Data yang Dirilis BPS

Prabowo Subianto menyoroti kondisi perekonomian Indonesia beberapa tahun belakangan ini yang dinilainya tidak berjalan sesuai jalur.

Tayang:
Editor: Muhammad Ridho
Tribunnews/Jeprima
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan kata sambutan 

Pernyataan Prabowo tentang jumlah masyarakat miskin yang naik ini memunculkan tanda tanya jika disandingkan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Dalam rilisnya, BPS selalu menyebutkan jumlah penduduk miskin di Indonesia dalam 5 tahun terakhir mengalami tren penurunan.

Angka terbaru per September 2025 tercatat sebesar 23,36 juta orang atau 8,25 persen, turun dibandingkan Maret 2025 sebesar 23,85 juta jiwa atau 8,47 persen.

Untuk diketahui, BPS melakukan rilis data kemiskinan dua kali dalam setahun, yakni periode Maret dan September. 

Berikut rekapitulasi data jumlah masyarakat miskin nasional berdasarkan data BPS:

Periode 2021
Maret 2021: 27,54 juta orang (10,14 persen)
September 2021: 26,50 juta orang (9,71 persen ) 

Periode 2022
Maret 2022: 26,16 juta orang (9,54 % )
September 2022: 26,36 juta orang (9,57 % ) 

Periode 2023
Maret 2023: 25,90 juta orang (9,36 % )
September 2023: 25,90 juta orang (9,36 % ) 

Periode 2024
Maret 2024: 25,22 juta orang (9,03 % )
September 2024: 24,06 juta orang (8,57 % ) 

Periode 2025
Maret 2025: 23,85 juta orang (8,47 % )
September 2025: 23,36 juta orang (8,25 % ) 

Tumbuh di Trajektori Tidak Tepat

Prabowo mengatakan, Indonesia harus segera memperbaiki sistem perekonomian tersebut agar upaya untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang maju bisa terwujud.

"Bagaimana bisa pertumbuhan 35 persen tapi kelas menengah menurun, kemiskinan meningkat. Saudara-saudara, jawaban harus ilmiah, jawaban harus matematis, dan menurut saya jawabannya adalah bahwa kemungkinan besar. Bukan kemungkinan, saya yakin. Sistem perekonomian yang kita jalankan berada pada trajektori yang tidak tepat," tegas Prabowo.

Salah satu upayanya, kata Prabowo, seluruh pihak tidak boleh selalu merasa takut dengan beragam hal dan kemungkinan.

Dia menegaskan, jika Indonesia selalu menjadi negara yang takut, Indonesia bisa gagal meraih predikat negara yang makmur di kemudahan hari.

"Fakta kalau kita teruskan yang seperti ini, kalau kita teruskan sistem seperti ini untuk sekian tahun lagi, saya yakin bahwa tidak mungkin kita jadi bangsa yang makmur. Tidak mungkin kita jadi, tanpa kemakmuran kita tidak mungkin bisa menjaga kedaulatan kita," tandas Prabowo.

( Tribunpekanbaru.com / Tribunnews )

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved