Misteri Membesarnya Perut Santriwati Hanya Saat Maghrib di Pekalongan: Pimpinan Padepokan Ditangkap
Sebagian besar, korban diduga mengalami peristiwa kekerasan seksual ketika masih berusia di bawah 18 tahun.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebelumnya publik di Pekalongan dihebohkan oleh pengakuan seorang santriwati yang mengaku mengalami kehamilan misterius.
Ia mengaku hamil tanpa pernah berhubungan dengan laki-laki, kini muncul kasus lain yang kembali menyita perhatian masyarakat.
Seorang tokoh yang dikenal dan disegani di Pondok Pesantren Padang Ati, yakni Abdul Khalim Fadlun atau AKF, diamankan aparat terkait dugaan tindak pencabulan terhadap sejumlah santriwati.
Kasus yang menyeret AKF disebut-sebut telah berlangsung cukup lama, bahkan dugaan perbuatannya diduga terjadi sejak tahun 2008. Kini ia tengah menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan tuduhan tersebut.
Kian heboh karena AKF ditangkap saat momen Iduladha, di padepokannya sendiri, Rabu pagi sekitar pukul 06.30 WIB.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi mengatakan selanjutnya, terduga pelaku dibawa ke Mapolres Pekalongan Kota untuk menjalani pemeriksaan intensif.
AKBP Riki mengungkapkan, pengungkapan kasus ini sempat menemui kendala lantaran para korban dan keluarganya memilih bungkam karena takut serta merasa terintimidasi.
"Informasi awal sangat tertutup. Kami lakukan pendekatan secara personal, kepada keluarga korban hingga akhirnya beberapa korban bersedia melapor," jelasnya.
Hingga kini, sedikitnya enam korban telah melapor secara resmi.
Baca juga: Berjibaku Padamkan Karhutla, Tim Manggala Agni Bermalam di Rumah Warga Rohil
Baca juga: Saya Sudah Sehat Jokowi Segera Keliling Berbagai Daerah, Projo Mau Ikut
Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Batang hingga Semarang.
Sebagian besar korban diduga mengalami kekerasan seksual saat masih berstatus anak di bawah umur.
Untuk mendukung proses penyidikan, Polres Pekalongan Kota juga menggandeng Dinas Sosial Kota Pekalongan, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, serta Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Tengah.
Selain itu, polisi membuka posko pengaduan dan menyiapkan rumah aman (safe house) bagi korban maupun saksi yang merasa terancam agar berani memberikan keterangan.
"Kami menjamin keamanan para korban. Jangan takut melapor, apabila mengalami atau mengetahui kasus serupa," tegas AKBP Riki Yariandi.
Korban Bungkam Karena Malu dan Merasa Sebagai Aib
Kuasa hukum korban dugaan kekerasan seksual di ponpes padepokan Padang Ati, di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, mengungkap alasan para korban selama bertahun-tahun memilih diam.
| Di Balik Rimbunnya Kebut Sawit di Hulu Kuantan, Rakit PETI Beroperasi dan Dibakar Petugas |
|
|---|
| Rutan Pekanbaru Lakukan Evaluasi Pasca Napi Kabur, Petugas Diperiksa Soal Indikasi Kelalaian |
|
|---|
| Karhutla Mengancam Pekanbaru: Luas Lahan Terbakar Sudah 35 Hektar dalam Lima Bulan |
|
|---|
| Salat Idul Adha: Bupati Anton di Bangun Purba, Wabup Syafaruddin Poti di Kepenuhan |
|
|---|
| Bupati Zukri dan Wabup Husni Tamrin Shalat Idul Adha di Mini Soccer bersama Ribuan Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/santriwati-pekalongan-hamill.jpg)