Citizen Reporter Haji
BTH 3 Minta Evaluasi Serius Sistem Transportasi Haji di Armuzna
Namun di balik keberhasilan tersebut, masih terdapat sejumlah persoalan teknis yang dirasakan jamaah di lapangan, khususnya pengaturan transportasi
Penulis: Alex | Editor: Nolpitos Hendri
Laporan Faulina Riska, Belli Nasution dan Suyanto
TRIBUNPEKANBARU.COM, MAKKAH - Pelaksanaan puncak ibadah haji tahun 1447 Hijriah secara umum berjalan baik. Jamaah haji Indonesia dapat melaksanakan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga melontar jumrah di Mina dengan fasilitas yang terus mengalami perbaikan dari tahun ke tahun.
Namun di balik keberhasilan tersebut, masih terdapat sejumlah persoalan teknis yang dirasakan jamaah di lapangan, khususnya terkait pengaturan transportasi antar lokasi puncak haji.
Keluhan itu disampaikan sejumlah jamaah Kloter BTH 3 asal Pekanbaru. Persoalan utama bukan lagi pada fasilitas tenda, konsumsi ataupun pelayanan dasar, melainkan pada pelaksanaan jadwal transportasi yang beberapa kali tidak berjalan sesuai kesepakatan rapat koordinasi.
Perjalanan puncak haji dimulai ketika jamaah diberangkatkan dari hotel di Makkah menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf.
Secara umum jamaah mengapresiasi fasilitas yang disediakan tahun ini.
Tenda-tenda di Arafah lebih nyaman dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Setiap jamaah mendapatkan matras untuk beristirahat, pendingin ruangan bekerja baik, fasilitas mandi cukup memadai, dan konsumsi tersedia lebih dari cukup.
Meski demikian, persoalan mulai muncul pada saat proses pemberangkatan menuju Arafah.
Berdasarkan hasil rapat sebelumnya, Kloter BTH 3 dijadwalkan menjadi rombongan pertama yang diberangkatkan menyusul berikutnya BTH 4 (Kampar) dan BTH 5 (Surabaya).
Jamaah bahkan sudah bersiap sejak dini hari. Namun saat pelaksanaan, jadwal tersebut berubah.
Bus yang ditunggu tidak kunjung datang dan rombongan lain justru diberangkatkan lebih dahulu.
Kejadian serupa kembali dirasakan setelah wukuf selesai. Saat proses pergerakan dari Arafah menuju Muzdalifah dan selanjutnya ke Mina, jamaah BTH 3 mengaku kembali mengalami keterlambatan karena rombongan lain masuk lebih dulu ke dalam armada yang tersedia.
Padahal sebelumnya telah disepakati urutan keberangkatan berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan.
Terjadinya keberangkatan di luar jadwal tersebut, ada dugaan karena adanya intervensi orang berpengaruh dalam masing-masing kloter yang mendahului tersebut, sehingga mengacaukan hasil kesepakatan tentang jadwal itu.
| Tak Hanya Wanita di Boyolali, 5 Ayam Juga Mati Usai Patok Sate yang Dikirim Lewat Ojol |
|
|---|
| Cerita Warga Pekanbaru Berhasil Foto Pelaku Teror Pocong: Saya Tahu Manusia, Tapi Gemetar Juga |
|
|---|
| Zelvin Pura-pura Pingsan, Kronologis Kakak Adik di Pelalawan Dibegal Versi Keluarga, Kakaknya Tewas |
|
|---|
| Kuota Prestasi dan Afirmasi Naik Drastis, Peluang Masuk SMAN 4 Kandis Kian Terbuka |
|
|---|
| Sebelum Tewas di Lapas, Mantan Polisi Anton Kurniawan Tak Mau Makan Berhari-hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/BTH-3-Minta-Evaluasi-Serius-Sistem-Transportasi-Haji-di-Armuzna.jpg)