Memasuki Libur Sekolah, MBG Disetop: Evaluasi Menyeluruh Terhadap SPPG
Evaluasi terhadap SPPG mencakup kualitas dapur MBG, kondisi fasilitas, proses masak, standar kebersihan dan kesehatan,
TRIBUNPEKANBARU.COM - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan Badan Gizi Nasional (BGN) menyetop penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah.
Selama waktu libur sekolah itu, BGN juga akan melakukan evaluasi dan penataan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kebetulan memang sekolah kita ini kan sedang memasuki masa libur, dan salah satu kebijakan yang sudah diambil oleh pimpinan BGN (Badan Gizi Nasional) adalah menghentikan atau menyetop dulu kegiatan dapur-dapur untuk menyuplai MBG selama masa libur," ujar Qodari dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).
"Dan karena masa liburnya cukup panjang, jadi ada rentang waktu dan ruang yang cukup baik bagi BGN untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh," sambungnya.
Evaluasi terhadap SPPG mencakup kualitas dapur MBG, kondisi fasilitas, proses masak, standar kebersihan dan kesehatan, hingga kualitas pangan yang terus berjalan.
Baca juga: Teka-Teki Jasad Perempuan Berusia 30 Tahun di Dumai: Dibacok Brondong 23 Tahun yang Dilanda Cemburu
Baca juga: Muncul 4 Hotspot di Pangkalan Kerinci, BPBD Pelalawan Belum Ajukan OMC Meski Curaah Hujan Menurun
Ia menjelaskan, evaluasi yang sudah berjalan selama ini akan dilanjutkan dengan tingkat kedisiplinan yang lebih tinggi.
"Misalnya mengenai kondisi fasilitas, kemudian proses masak, kesehatan, kebersihan, yang bisa meningkatkan kualitas pangan atau makanan yang akan tersedia di piring siswa dan para penerima manfaat dari MBG ini," ujar Qodari.
Rencananya, dari hasil evaluasi itu, SPPG bakal dibagi menjadi beberapa tingkatan kelas, di mana SPPG dengan kualitas lebih baik akan mendapatkan insentif lebih besar.
"Ke depan SPPG-nya sendiri akan mengalami grading atau evaluasi. Jadi akan ada kelas-kelas SPPG. Yang bagus itu A, yang sedang itu B, yang kurang bagus itu C. Kelas-kelas grading dari SPPG itu akan memengaruhi insentifnya. Jadi angka insentifnya tidak akan sama," ungkap Qodari.
"Jadi fokus kepada SPPG yang sudah operasional. Yang kedua, penghitungan insentif juga akan diperbarui. Kemungkinan akan dikembalikan dengan metode lama dimana jumlah insentif itu dikaitkan dengan jumlah penerima," ujar Qodari.
| Korupsi BGN Terbongkar, Kini Terungkap Fakta Baru Ribuan Motor Listrik MBG tanpa Dealer dan Bengkel |
|
|---|
| Kasus Korupsi BGN: Irjen Purn Sony Sonjaya Ancam Bongkar Nama-nama Besar Terlibat Korupsi MBG |
|
|---|
| Riau Kini Punya 705 SPPG, Serap Tenaga Kerja 30.423 Relawan, Penerima Manfaat 1,5 Juta Lebih |
|
|---|
| Ada Masalah dengan MBG? Masyarakat Riau Bisa Melapor soal Menu MBG via Link Online, Cek di Sini |
|
|---|
| Gaji Pencuci Piring MBG Rp3,5 Juta, Gaji Guru Cuma Rp800 Ribu, Kepala BGN Angkat Bicara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/mbg-TK-Negeri-6-Pekanbaru.jpg)