Rabu, 20 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Jangan Sampai Ada Menu MBG yang Basi di Kota Pekanbaru

Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus memastikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) layak konsumsi.

Tayang:
Penulis: Fernando | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Fernando
MBG - Murid SMPN 16 Pekanbaru menikmati menu MBG di ruang kelas beberapa waktu lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Pekanbaru menegaskan SPPG harus memastikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) higienis dan layak konsumsi.
  • Saat ini baru 44 persen peserta didik (133.000 dari 298.000) menerima manfaat MBG.
  • Pemerintah kota berupaya meningkatkan cakupan hingga 100 persen penerima manfaat sebelum akhir 2025.

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus memastikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) layak konsumsi.

Jangan sampai menu yang bakal tersaji di sekolah malah basi.

Mereka harus melakukan pengawasan ketat terhadap makanan bagi peserta didik yang jadi penerima manfaat.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyoroti pentingnya pengawasan kualitas makanan yang didistribusikan ke sekolah.

Dirinya menegaskan bahwa Satgas MBG di Kota Pekanbaru terus mendorong pengawasan terhadap bahan makanan di SPPG.

Baca juga: Pasokan Bahan dari Provinsi Tetangga Terganggu, Dapur MBG di Riau Mulai Terganggu

Mereka juga mengingatkan agar proses penyajian MBG berlangsung higienis.

"Jangan sampai ada menu yang busuk, jangan sampai ada ulatnya, dan yang lain-lain,” jelasnya kepada Tribunpekanbaru.com.

Dirinya mengingatkan agar SPPG menjamin seluruh proses distribusi makanan bergizi gratis berlangsung secara sehat.

Ia mengaku pemerintah kota sedang berupaya agar seluruh peserta didik bisa ke menjadi penerima manfaat MBG.

Agung menyadari bahwa belum semua peserta didik di Kota Pekanbaru mendapat MBG.

Ia menyebut saat ini baru sekitar 44 persen peserta didik menjadi penerimaan manfaat.

Ada sekitar 133.000 penerima manfaat program MBG di Kota Pekanbaru.

Sedangkan jumlah peserta didik yang seharusnya menerima manfaat sebanyak 298.000 penerima manfaat.

Total sekitar 165.000 penerima manfaat belum dapat MBG.

Agung mengaku pemerintah kota sedang berupaya mengejar target cakupan penerima manfaat hingga seratus persen pada akhir tahun ini.

“Sekarang masih 40 persen, masih ada 60 persen lagi, kami tetap kejar sampai di akhir tahun ini," paparnya.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved