Kabel Semrawut di Riau
Warga Minta Kabel dan Spanduk Semrawut di Pekanbaru Ditertibkan
Kota di Indonesia harus berani melakukan pembenahan, menertibkan kabel yang menjuntai dan spanduk, iklan yang mengganggu keindahan.
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Wajah Kota Pekanbaru yang dinilai semakin semrawut akibat kabel bergelantungan dan spanduk yang tak tertata kembali menjadi sorotan publik.
Kondisi tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung pentingnya penataan kota agar lebih rapi, tertib, dan mencerminkan wibawa negara serta kenyamanan masyarakat.
Presiden Prabowo dalam kesempatan Rakornis Kepala Daerah menekankan kerapian kota bukan sekadar estetika, melainkan cerminan disiplin, tata kelola, dan keseriusan pemerintah dalam melayani rakyat.
Ia menilai kota-kota di Indonesia harus berani melakukan pembenahan, termasuk menertibkan kabel yang menjuntai dan spanduk, iklan yang mengganggu keindahan ruang publik.
Di Pekanbaru, persoalan kabel menjuntai di tiang listrik hingga spanduk dan baliho yang dipasang sembarangan masih mudah ditemui di sejumlah ruas jalan protokol maupun kawasan permukiman. Hal ini menuai beragam komentar dari warga yang setiap hari beraktivitas di tengah kondisi tersebut.
Seorang pedagang kaki lima di Jalan Tuanku Tambusai, Rudianto (45), mengaku kondisi kabel dan spanduk yang semrawut sering mengganggu usahanya.
"Kalau hujan dan angin kencang, spanduk bisa jatuh, kabel juga kelihatan berbahaya. Kami dagang di pinggir jalan jadi was-was juga, takut ada kejadian," ujarnya.
Komentar senada disampaikan Nila Kurnia (38), seorang pegawai pemerintah di salah satu instansi di Pekanbaru. Ia menilai penataan kota harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
"Apa yang disampaikan Presiden itu benar. Kota ini etalase daerah. Kalau kabel dan spanduk dibiarkan semrawut, kesannya kita tidak punya perencanaan yang baik,"ujarnya.
Dari kalangan pegawai swasta, Roby (32) menyebut kondisi tersebut mengurangi kenyamanan dan citra kota di mata pendatang. "Saya sering bertemu klien dari luar daerah. Mereka kadang heran kenapa di pusat kota kabelnya bergelantungan dan spanduk di mana-mana. Padahal Pekanbaru kota besar,"tegasnya.
Sementara itu, seorang guru SMA, Diana Asmika (40), menilai persoalan ini juga berkaitan dengan edukasi dan keteladanan.
"Kalau lingkungan kota tidak tertib, bagaimana kita mau mengajarkan kedisiplinan kepada siswa? Penataan kota itu bagian dari pendidikan karakter juga,"jelasnya.
Ia berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban sesaat, tetapi memiliki kebijakan jangka panjang yang tegas dan konsisten. "Harus ada aturan jelas dan penegakan yang berkelanjutan, bukan hanya saat ada sorotan," tambahnya.
Warga Pekanbaru pun berharap pernyataan Presiden Prabowo menjadi momen bagi pemerintah daerah untuk berbenah. Penataan kabel dan spanduk dinilai mendesak agar Pekanbaru tampil lebih rapi, aman, dan layak sebagai ibu kota provinsi yang terus berkembang.
(tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)
| Presiden Perintahkan Atasi Kabel Semrawut dan Sampah, Bupati Kampar: Kita Bereskan Semua! |
|
|---|
| Tiga Ruas Jalan di Pekanbaru Segera Terapkan Pemasanga Kabel FO Bawah Tanah, Penataan Kabel Semrawut |
|
|---|
| Pemkab dan Pemko Harus Tanggung Jawab bikin Aturan Tegas |
|
|---|
| Pemkab Bengkalis Akan Tertibkan Kabel Semrawut |
|
|---|
| Polda Riau Imbau Pemilik Kabel Perhatikan Keselamatan Pengguna Jalan, Jangan Semrawut dan Menjuntai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/FOTO_Kabel_Optik_di_Kota_Pekanbaru_Semrawut_3.jpg)