Kamis, 7 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Riau Dalam Bahaya Narkoba

Calon Dokter Ini Menilai Keluarga Jadi Langkah Awal Cegah Pengaruh Narkoba

Calon dokter ini menyampaikan bahwa kawula muda juga harus mendapat edukasi dini tentang bahaya narkoba

Tayang:
Penulis: Fernando | Editor: Muhammad Ridho
ISTIMEWA
Mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang asal Pekanbaru, Muhammad Maulana Siddiq. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Peredaran narkoba saat ini sangat mengkhawatirkan.

Kondisi ini satu dampak dari semakin mudahnya akses terhadap zat terlarang itu.

Apalagi kini munculnya banyak jenis narkoba baru yang memiliki potensi adiksi yang lebih tinggi.

Satu upaya pendekatan paling efektif sebagai pencegahan adalah dimulai dari keluarga.

Mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang asal Pekanbaru, Muhammad Maulana Siddiq menilai hubungan dan komunikasi yang baik dalam keluarga dapat menjadi langkah awal mencegah pengaruh negatif narkoba. Pengawasan yang cukup dari orangtua juga bisa menjadi tameng mencegah pengaruh narkoba.

"Jadi mulai dari rumah harus ada komunikasi yang baik, serta pengawasan dari orangtua," ujarnya kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (17/4/2026).

Baca juga: Cerita Penyintas Narkoba, Awalnya Ditawari Gratis di Tempat Hiburan Malam

Baca juga: Peredaran Narkoba di Riau Makin Mengkhawatirkan, Pakar: Untung Besar, Hukuman Ringan

Calon dokter ini menyampaikan bahwa kawula muda juga harus mendapat edukasi dini tentang bahaya narkoba. Ia menyebut hal ini secara sosial dan medis terbukti menurunkan risiko penyalahgunaan narkoba.

Banyak studi juga menunjukkan beribadah atau praktik religius bisa menjadi faktor protektif. Ia menyebut hal ini berkaitan dengan kadar stres yang lebih rendah dan kontrol diri yang lebih baik.

"Perbanyak aktivitas ibadah, bisa menjadi cara untuk melindungi diri dari narkoba," jelasnya.

Maulana mengatakan bahwa banyak studi penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang meningkatkan risiko seseorang terjerumus dalam konsumsi narkoba saling berkaitan.

Dari sisi individu, rasa ingin tahu, keinginan mencari kesenangan, stres, atau masalah psikologis dapat mendorong seseorang mencoba zat tersebut.

Sedangkan dari lingkungan, pengaruh teman sebaya merupakan faktor yang sangat kuat terutama pada remaja.

Pria 23 tahun ini juga mengajak kawula muda memilih pergaulan yang sehat dan perbanyak aktivitas positif.

"Mereka juga mesti terbuka pada keluarga, mereka bisa meminta bantuan lebih awal apabila sedang stres, cemas, atau punya masalah mental," ulasnya.

(Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sikumbang)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved