Selasa, 2 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dampak Melonjaknya Dolar

Imbas Rupiah Melemah, Produsen Obatan Mulai Naikkan Harga 35 Persen

Pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (29/5/2026), rupiah melemah menjadi Rp 17.880 per dolar AS.

Tayang:
Penulis: Budi Rahmat | Editor: Muhammad Ridho
Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sikumbang
TINJAU - Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho meninjau layanan apotek di RSD Madani Pekanbaru beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Rupiah terpantau kembali mencatat rekor baru penutupan terlemahnya sepanjang masa.

Pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (29/5/2026), rupiah melemah menjadi Rp 17.880 per dolar AS.

Pihak produsen mulai menaikkan harga obatan ke pasaran sekira 35 persen imbas lemahnya harga rupiah atas dolar.

Medical Representative (MR) salah satu produsen obatan di Kota Pekanbaru. MR yang bernama Deni kepada Tribunpekanbaru.com membeberkan obatan yang dijual mulai mengalami kenaikan.

Meskipun belum semuanya, namun obatan yang biasa dikonsumsi masyarakat, harganya terkoreksi.

"Ya, mulai ada kenaikan. Seperti untuk obat batuk, flu dan obat asam lambung," ungkap Deni, Jumat (29/5/2026)

Seperti obat Paracetamol botol yang sebelumnya sekira Rp 5.802 per botol, kini menjadi 8000 perbotol.

Menurut Deni, harga tersebut yang bisa didapatkan di apotek. Dengan kenaikan harga dari pabrik, maka harga ke apotek juga mengalami kenaikan.

Dikatakan Deni, harga obatan pada umumnya mengalami kenaikan 35 persen. Khusus untuk pada obatan yang paling banyak permintaan.

Baca juga: Warga Pekanbaru Kaget Harga Obat di Apotek Naik, Obat Anak hingga Pereda Nyeri Ikut Mahal

Sebelumnya dikatakan Deniz melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar mulai berimbas pada harga obat-obatan.

Beberapa produsen sudah mengambil keputusan menaikkan harga mulai dari 4 sampai 5 persen.

Kenaikan harga tersebut sudah mulai dari pemasok atau produsen. Menurutnya kenaikan itu secara umum.

Namun, masih ada beberapa produsen yang belum menaikan harga.

"Sudah ada yang menaikkan harga. Namun, untuk produk kami belum ada kenaikan," ujarnya

Dikatakan Deni, kenaikan saat ini terjadi karena pengaruh dari bahan baku, terutama untuk kemasan plastik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved