Senin, 18 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Program Makan Bergizi Gratis

Progam MBG di Kuansing Baru Berjalan di Dua Kecamatan

Program MBG yang digalakkan pemerintah pusat belum sepenuhnya dirasakan oleh siswa-siswi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Tayang:
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: M Iqbal
Tribunpekanbaru.com/Guruh Budi Wibowo
TINJAU MBG - Kapolsek Singingi Hilir IPTU Alferdo Krisnata Kaban dan Camat Singingi Hilir dan Camat Singingi Hilir Andi Syamsul meninjau MBG yang baru pertama kali disalurkan ke Singingi Hilir, Senin (8/9/2025) kemarin. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digalakkan pemerintah pusat belum sepenuhnya dirasakan oleh siswa-siswi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Hingga saat ini, Selasa (9/9/2025) program yang digadang-gadang meningkatkan gizi pelajar itu baru menjangkau dua kecamatan, yakni Kuantan Tengah dan Singingi Hilir.

Untuk MBG di Kecamatan Singingi Hilir baru terealisasi pada Senin (8/9/2025) kemarin.

Dari data yang dihimpun, baru 18 sekolah yang mendapatkan manfaat MBG, dengan total penerima hanya 3.327 siswa.

Mayoritas penerima program ini terdapat di Kuantan Tengah dengan jumlah sekolah sebanyak 13 dan 2.436 siswa.

Sementara MBG di Singingi Hilir direalisasikan ke 5 sekolah dengan jumlah total siswa penerima sebanyak 791 siswa.

Jumlah ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan total siswa yang tersebar di seluruh wilayah Kuansing.

Wakil Bupati Kuansing Muhklisin mengatakan bahwa program MBG akan dijalankan secara bertahap.

"Ini program nasional yang sangat baik, dan kami pastikan pelaksanaannya menyeluruh. Namun, butuh waktu agar semua sekolah bisa merasakan manfaatnya," ujar Muhklisin.

Muhklisin pun berharap agar masyarakat bersabar untuk mendapatkan program MBG.

Pemkab Kuansing katanya selalu berkoordinasi dengan Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG agar program tersebut dapat terealisasi ke seluruh pelosok di Kuansing.

Namun di sisi lain, kekhawatiran muncul dari kalangan orang tua siswa yang belum mendapatkan program ini.

Sejumlah orang tua mengaku tidak terlalu berharap anaknya menerima MBG karena kekhawatiran terhadap keamanan makanan yang disediakan.

Mereka menyatakan lebih percaya pada bekal makan siang yang disiapkan dari rumah setiap hari untuk anaknya sekolah.

"Sudah banyak kejadian anak keracunan setelah makan dari program seperti ini. Kalau pun nanti anak saya kebagian, saya minta dia tidak memakannya,” ujar Feldi seorang warga Kecamatan Pucuk Rantau.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved