Kasus Cacar Monyet di Riau
Waspada Cacar Monyet, Pentingnya Kebersihan Diri dan Perilaku Seksual Sehat
Pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit cacar monyet atau yang dikenal dengan Monkeypox, begini cara mencegahnya.
Penulis: Alex | Editor: Theo Rizky
Ini bukan hanya soal moral, melainkan juga kesehatan dan perlindungan diri dari infeksi berbahaya.
Saya sering mendapati sebagian orang merasa tabu membicarakan penularan lewat hubungan seksual.
Padahal, justru karena tabu inilah masyarakat sering salah paham dan tidak mendapat informasi yang benar.
Akibatnya, risiko penularan meningkat tanpa disadari.
Menjaga kebersihan pribadi dan perilaku seksual yang sehat merupakan bagian dari pencegahan yang sangat penting.
Di sisi lain, masyarakat juga perlu lebih peduli dengan kebersihan diri sehari-hari.
Personal hygiene atau kebersihan pribadi harus benar-benar diperhatikan.
Misalnya dengan rajin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, terutama setelah bersentuhan dengan orang lain.
Hal sederhana ini terbukti efektif memutus rantai penularan berbagai penyakit menular, termasuk cacar monyet.
Hindarilah kebiasaan berbagi alat makan atau minum dengan orang lain, terutama jika ada yang sedang sakit atau menunjukkan gejala ruam dan demam.
Virus dapat berpindah melalui sisa air liur yang menempel di gelas, sendok, atau piring.
Kebiasaan kecil yang sering diremehkan ini justru bisa menjadi jalan masuk penyakit.
Selain itu, jangan sepelekan kontak dekat dengan orang yang sudah terindikasi terkena monkeypox.
Walaupun tidak selalu langsung menular, risiko penularan tetap ada.
Jika ada keluarga atau teman yang sakit dengan gejala khas, sebaiknya sarankan untuk segera berobat dan lakukan isolasi mandiri sampai benar-benar pulih.
| Sudah Keluar, Ini Hasil Uji Lab Dua Suspek Cacar Monyet di Kepulauan Meranti |
|
|---|
| Santri di Meranti Meninggal Bukan karena Cacar Monyet, Hasil Lab Kemenkes Pastikan Negatif |
|
|---|
| Dinkes Bengkalis Pastikan Tak Ada Kasus Monkeypox di Bengkalis |
|
|---|
| 17 Santri di Meranti Diisolasi Usai Kontak dengan Pasien Suspek Cacar Monyet |
|
|---|
| Kronologi Dugaan Suspect Monkeypox di Kepulauan Meranti, Pasien Pertama Usia 13 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/dr-Ade-Fajri-Kurnia-MH.jpg)