Nasib BUMD di Riau
Pemkab Kuansing Optimis BUMD Sumbang PAD Meski Mayoritas Daerah Merugi
Kehadiran BUMD diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kuansing
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Theo Rizky
TRIBUNPEKABARU.COM, KUANSING - Meski beberapa BUMD di daerah lain mengalami kerugian, Pemkab Kuantan Singingi (Kuansing) tetap optimis bahwa pembentukan BUMD di Kuansing dapat memberikan kontribusi positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Wakil Bupati Kuansing, Muhklisin, keuntungan BUMD tidak hanya diukur dari segi finansial, tetapi juga dari terpenuhinya kebutuhan dan pelayanan publik.
Kehadiran BUMD diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kuansing dengan menyediakan layanan publik yang efektif dan efisien.
Dengan demikian, ia yakin bahwa BUMD dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama PAD meskipun ada kemungkinan mengalami kerugian secara finansial.
"Harus dikelola secara profesional, saya yakin menguntungkan. Daerah kita banyak potensi yang dapat dikembangkan," ujar Muhklisin, Rabu (24/9/2025).
Dengan pengelolaan yang tepat dan transparan, diharapkan BUMD dapat menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah Kuansing.
Namun, rencana pembentukan BUMD di Kuansing hingga kini belum menemui titik terang.
Baca juga: Borok BUMD di Rohil PT SPRH Terungkap, Eks Dirut Jadi Tersangka Korupsi Dana PI Rp551 Miliar
Meski wacana tersebut telah lama digaungkan, realisasi pembentukan badan usaha daerah ini masih terganjal sejumlah persoalan.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah belum rampungnya studi kelayakan sebagai dasar utama pendirian BUMD.
Studi ini seharusnya menjadi acuan untuk menentukan arah bisnis dan strategi pengembangan usaha daerah.
Selain itu, hingga saat ini unit usaha yang akan dijalankan oleh BUMD pun belum ditetapkan secara pasti.
"Pemkab telah menggandeng universitas untuk melakukan studi kelayakan ulang," ujar Muhklisin.
Beberapa usulan dalam studi kelayakan yaitu sektor perhotelan, perkebunan, pengelolaan aset daerah hingga PDAM sempat mencuat, namun belum ada yang difinalisasi.
Baca juga: Tiga Tahun Terakhir PDAM Tirta Siak Pekanbaru Masuk Kategori BUMD yang Sakit
"Masih dalam proses pengkajian. Kita tidak ingin terburu-buru karena BUMD ini menyangkut pengelolaan uang daerah. Harus matang dari sisi perencanaan,” ujarnya.
Sebelumnya, studi kelayakan pembentukan BUMD telah dilakukan oleh Universitas Riau, namun dinyatakan tidak layak.
| DPRD Riau Desak Gubernur Segera Selamatkan PT PIR, Rekening Diblokir, Pegawai Dirumahkan |
|
|---|
| Pemprov Riau Tegas, Minta Direksi PT PIR Selesaikan Masalah Rekening Diblokir Pajak |
|
|---|
| Tidak Jadi Ditutup, DPRD Beri Waktu ke PT PIR Untuk Evaluasi Total, Tidak Ada Bantuan |
|
|---|
| Merugi dan Tak Bisa Bayar Gaji Karyawan, Sekdaprov Riau Akui Belum Tahu Masalah PT PIR |
|
|---|
| Hampir Rp 1 Triliun Uang Pemprov Riau untuk Modal, Hanya Dua BUMD Beri Kontribusi Besar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Wakil-Bupati-Kuansing-Muhklisin-saat-ditemui-awak-media-Rabu-2492025.jpg)