Selasa, 5 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Bersiap Hadapi Banjir dan Longsor, Pemprov Riau Siagakan 21 Unit Alat Berat

Selain kekuatan alat berat, Pemprov Riau memperketat pemantauan elevasi debit air Waduk PLTA Koto Panjang

Tayang:
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Firmauli Sihaloho
Foto/Diskominfo Pekanbaru
OVERLAY - Sejumlah pekerja dibantu alat berat menggesa proses overlay Jalan Taskurun, Kota Pekanbaru, beberapa waktu lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Alat berat yang disiagakan tersebut terdiri dari 2 unit excavator amfibi, 1 unit excavator PC 200, 8 unit excavator PC 130 1 unit excavator long arm, 6 motor grader dan 6 unit mobil dump truk.
  • Jika debit air melewati batas aman dan pintu air terpaksa dibuka, wilayah Kampar dan Pelalawan berpotensi menerima limpahan air dalam jumlah besar.

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Sejak Status Siaga Bencana Hidrometeorologi ditetapkan pada 1 Desember lalu, pemerintah Provinsi Riau bergerak cepat menempatkan 21 unit alat berat dan truk di titik-titik rawan banjir dan longsor.

Alat berat itu distandby kan di sejumlah pos Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas PUPR di Riau yang tersebar di sejumlah daerah di Riau.

Langkah ini merupakan bentuk antisipasi dini sebelum hujan deras benar-benar menguji daerah aliran sungai besar seperti Kampar, Siak, Indragiri, dan Rokan.

“Kami menyiapkan total 21 unit alat berat agar bisa dimobilisasi maksimal jika bencana terjadi,” ujar Kepala BPBD Riau, Edy Afrizal, Jum'at (5/12/2025).

Alat berat yang disiagakan tersebut terdiri dari 2 unit excavator amfibi, 1 unit excavator PC 200, 8 unit excavator PC 130 1 unit excavator long arm, 6 motor grader dan 6 unit mobil dump truk.

Semua alat ini ditempatkan di 12 kabupaten/kota.

Mereka diposisikan sebagai respons cepat ketika akses tertutup longsor, tanggul jebol, atau sungai meluap.

Baca juga: Ribuan Sapi Hasil Inseminasi Buatan Lahir, Bupati Kuansing: Menggenjot Populasi Sapi Bukan Hal Mudah

Baca juga: Sosok Menhut Raja Juli Antoni Putra Asal Riau yang Disemprot Anggota DPR Terkait Masalah Hutan

Dengan armada alat berat yang siap bergerak kapan saja, pemantauan ketat waduk, dan kolaborasi lintas daerah, Riau berupaya memastikan penanganan bencana dapat dilakukan cepat dan terukur.

“Kami sudah koordinasi dengan Dinas PUPR. Alat-alat ini standby di lokasi rawan bencana,” kata Edy.

Selain kekuatan alat berat, Pemprov Riau memperketat pemantauan elevasi debit air Waduk PLTA Koto Panjang.

Waduk yang sempat surut pada musim kemarau kini menunjukkan kenaikan permukaan air.

“Kami minta PLN update rutin kondisi elevansi waduk. Begitu juga informasi dari BMKG,” ujar Edy.

Jika debit air melewati batas aman dan pintu air terpaksa dibuka, wilayah Kampar dan Pelalawan berpotensi menerima limpahan air dalam jumlah besar.

“Ini yang harus diwaspadai. Pembukaan pintu air bisa memicu banjir di dua kabupaten itu,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved