Delapan PMI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia, Satu Orang Mengidap Penyakit Jantung
Para PMI tersebut dipulangkan dari Depot Tahanan Imigresen (DTI) Kemayan, Pahang, berdasarkan surat resmi dari KJRI Johor Bahru
Penulis: Rizky Armanda | Editor: Sesri
Ringkasan Berita:
- Delapan PMI dipulangkan melalui Pelabuhan Dumai oleh KP2MI melalui BP3MI Riau dan P4MI Kota Dumai
- PMI yang dipulangkan berasal dari berbagai daerah, yakni Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, terdiri dari empat laki-laki dan empat perempuan.
- Dalam proses pemeriksaan, petugas menemukan satu PMI dalam kondisi kesehatan yang perlu perhatian khusus.
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui BP3MI Riau dan P4MI Kota Dumai memfasilitasi pemulangan delapan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah yang dideportasi dari Malaysia melalui Pelabuhan Dumai.
Para PMI tersebut dipulangkan dari Depot Tahanan Imigresen (DTI) Kemayan, Pahang, berdasarkan surat resmi dari KJRI Johor Bahru.
Rombongan PMI tiba di Pelabuhan Dumai pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 15.50 WIB menggunakan kapal Indomal Dinasty.
Setibanya di pelabuhan, para PMI langsung menjalani pemeriksaan kelengkapan dokumen oleh petugas Imigrasi serta pemeriksaan kesehatan awal oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Pelabuhan Dumai.
Dalam proses pemeriksaan, petugas menemukan satu PMI dalam kondisi kesehatan yang perlu perhatian khusus.
Seorang PMI asal Nusa Tenggara Barat, Sanusi, diketahui mengidap penyakit jantung dan mengalami sesak napas.
Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, mengatakan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian serius pihaknya sejak para PMI tiba di Dumai.
Baca juga: UPDATE 26 PMI Ilegal Gagal Berangkat Ke Malaysia dari Dumai: Sebagian Sudah Pulang Ke Daerah Asal
“Dari delapan PMI yang dipulangkan, satu orang terdeteksi memiliki riwayat penyakit jantung dan sempat mengeluhkan sesak napas. Hasil pemeriksaan sementara dari Balai Karantina Kesehatan menyatakan yang bersangkutan dalam kondisi stabil, namun tetap kami lakukan pendampingan dan pengawasan hingga dipulangkan ke daerah asal,” ujar Fanny, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, pemulangan ini bukan hanya soal mengantar para PMI kembali ke tanah air, tetapi juga memastikan seluruh proses berjalan aman, manusiawi, dan memperhatikan aspek kesehatan.
“Negara hadir untuk memastikan PMI yang dipulangkan, apalagi dalam kondisi tidak sehat, mendapatkan pelayanan, pelindungan, dan pendampingan yang layak,” tegasnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, P4MI Kota Dumai juga melakukan pendampingan registrasi IMEI di Bea Cukai Pelabuhan Dumai, serta memberikan pelayanan, pelindungan, dan informasi kepada seluruh PMI.
Selanjutnya, delapan PMI tersebut dibawa ke Rumah Ramah Pekerja Migran Indonesia di P4MI Dumai untuk dilakukan pendataan, pendampingan lanjutan, serta menunggu proses pemulangan ke daerah asal masing-masing.
Di tempat tersebut, para PMI juga diberikan pengarahan mengenai bahaya bekerja ke luar negeri secara nonprosedural, sekaligus sosialisasi tentang peran pemerintah melalui KP2MI/BP2MI dalam melayani dan melindungi pekerja migran Indonesia.
Adapun delapan PMI yang dipulangkan berasal dari berbagai daerah, yakni Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, terdiri dari empat laki-laki dan empat perempuan.
BP3MI Riau menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam setiap proses pemulangan PMI, agar aspek kemanusiaan, kesehatan, dan pelindungan hak-hak pekerja migran tetap menjadi prioritas utama.
(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)
| Mulai Terjadi Kelangkaan, Bulog Dumai Sebut RPK Mitra Bulog Akan Perketat Penjualan Minyakita |
|
|---|
| Disaksikan Warga Binaan, Rutan Dumai Bakar Barang Terlarang Hasil Razia |
|
|---|
| Tol Lingkar Pekanbaru Dikebut, Progresnya Sudah Tembus 76 Persen |
|
|---|
| Cabai Merah Keriting Mulai Pedas di Dumai, Telur Ayam Ras Turun Harga |
|
|---|
| Pemko Dumai Luncurkan Layanan Darurat "Dumai Idaman" Cukup Tekan 112 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/8-PMI-bermasalah-yang-dideportasi-dari-Malaysia-saat-tiba-di-Pelabuhan-Dumai.jpg)