Lebih 20 Ekor Sapi di Kampar Mati Mendadak, Gejala Hanya dalam Sehari
Setelah itu, sapi langsung lemas lalu mati. Ia mengatakan, gejala dari terserang penyakit sampai mati berlangsung hanya dalam sehari.
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Firmauli Sihaloho
TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Penyebab puluhan sapi mati di Desa Kualu Kecamatan Tambang belum terungkap. Gejalanya berlangsung cepat sebelum mati.
Kepala Desa Kualu, Darmawan mengemukakan, sapi-sapi ternak itu terserang penyakit.
Kendati begitu, nama penyakitnya belum diketahui.
Ia mengungkap gejala yang terlihat. Sapi tidak selera makan, serta mulutnya mengeluarkan lendir dan busa.
Setelah itu, sapi langsung lemas lalu mati. Ia mengatakan, gejala dari terserang penyakit sampai mati berlangsung hanya dalam sehari.
"Kalau pagi terkena, biasanya sore sudah ditemukan mati," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (27/2/2026).
Baca juga: Warga Emosi, Mobil Pencuri Sapi di Kuansing Dirusak dan Dibakar
Baca juga: Tikungan Maut Flyover Pasar Pagi Arengka Renggut Nyawa Pengendara: Tabrak Dinding dan Terjatuh
Menurut dia, fenomena itu terjadi pada sapi yang diternakkan bukan dalam kandang. Sapi-sapi itu dilepasliarkan.
Ia mengatakan, sapi mati mendadak mulai terjadi sebelum ramadan.
"Puncaknya beberapa hari puasa," ujarnya.
Pemilik hewan ternak terpaksa menyembelih bangkai sapi.
Ia belum mengetahui secara pasti jumlah sapi yang sudah mati.
"Sampai sekarang belum tau pasti. Masih kita data. Perkiraannya sudah lebih dari 20 ekor," katanya.
Sementara itu, Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kampar menyelidiki kejadian itu ke lapangan pada Kamis (26/2/2026).
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Plt. Kabid Keswan), Azto belum merespon pesan dan panggilan dari Tribunpekanbaru.com untuk menanyakan hasilnya. (Fernando Sihombing)
| Segini Perkiraan Penghematan Anggaran dari WFH di Kampar, Hemat Listrik Dibuktikan dengan Tagihan |
|
|---|
| Ketua DPRD Kampar Ungkap Dugaan Penyebab Ikan Mati Massal di Sungai Tapung, Singgung PT BWL |
|
|---|
| Misteri Ikan Mati Massal di Tapung Hilir, Ketua DPRD Kampar Ungkap Kejadian Berulang |
|
|---|
| Panen Raya Jagung 2026, Kolaborasi Multi Pihak Wujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan |
|
|---|
| Pasutri Beri Nama Bayinya Ali Khamenei Atas Izin Pemerintah Iran, Tak Menyangka Viral Mendunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Sapi-tidak-selera-makan.jpg)