Senin, 20 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Diskon Jelang Lebaran

Pengamat Ekonomi Riau Ingatkan Diskon Program BINA Jangan Sampai Rugikan Produsen

program Belanja di Indonesia Aja (BINA) untuk mendorong masyarakat lebih banyak membeli produk lokal.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Muhammad Ridho
Kompas.com/Karnia Septia Kusumaningrum
ILustrasi pusat perbelanjaan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Menjelang Lebaran 2026, pemerintah meluncurkan program Belanja di Indonesia Aja (BINA) untuk mendorong masyarakat lebih banyak membeli produk lokal.

Program ini menargetkan transaksi nasional hingga Rp83 triliun, dengan melibatkan sekitar 400 pusat perbelanjaan serta ribuan produk dalam negeri yang menawarkan berbagai diskon dan promo menarik.

Momentum ini juga terasa di sejumlah pusat perbelanjaan di Pekanbaru.

Menjelang Idulfitri, masyarakat mulai memadati mal untuk berburu kebutuhan Lebaran, mulai dari pakaian baru, perlengkapan rumah tangga hingga produk kosmetik. Diskon besar yang ditawarkan para pelaku usaha menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Pengamat ekonomi Riau, Ediyanus Herman Halim, menilai program pemerintah tersebut merupakan langkah positif untuk memperkuat perekonomian nasional melalui peningkatan konsumsi produk dalam negeri.

Menurutnya, upaya mendorong masyarakat mencintai produk lokal sebenarnya bukan hal baru. Sejak lama pemerintah telah menggencarkan penggunaan produk dalam negeri, baik melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) maupun kampanye “cintai produk dalam negeri”.

“Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 288 juta jiwa, sebenarnya kita memiliki pasar domestik yang sangat besar. Kalau masyarakat memilih membeli produk lokal, uang akan berputar di dalam negeri dan itu akan memperkuat ekonomi nasional,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).

Ia menambahkan, kebiasaan masyarakat membeli produk lokal juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap barang impor yang berpotensi menguras devisa negara. Selain itu, permintaan yang tinggi terhadap produk dalam negeri akan mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.

“Pelaku usaha dalam negeri harus mampu menghasilkan barang yang berkualitas dan menjaga pasokan agar tetap stabil. Kalau kualitasnya baik, masyarakat tentu akan semakin percaya dan memilih produk lokal,” katanya.

Ediyanus juga menilai pemerintah perlu memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama kelompok menengah ke atas yang selama ini cenderung lebih banyak mengonsumsi produk impor.

Menurutnya, pemerintah juga bisa mendorong penggunaan produk dalam negeri melalui regulasi, misalnya dengan mengarahkan aparatur negara untuk memprioritaskan produk lokal dalam berbagai kebutuhan.

“Kalau kesadaran ini tumbuh, efeknya akan besar bagi industri nasional. Contohnya seperti di China, masyarakatnya sangat mencintai produk dalam negeri sehingga industrinya berkembang kuat,” jelasnya.

Terkait strategi diskon besar yang diberikan pusat perbelanjaan dalam program BINA, Ediyanus menilai langkah tersebut sah-sah saja sebagai bagian dari strategi pemasaran, terutama untuk menarik konsumen jelang Lebaran.

Namun ia mengingatkan agar kebijakan diskon tidak sampai merugikan produsen.

“Mal itu pada dasarnya hanya pedagang atau perantara. Jadi diskon harus disepakati bersama produsen. Pemerintah juga tidak boleh memaksakan potongan harga yang terlalu besar jika itu merugikan produsen,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved