Rabu, 29 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Karhutla Masih Mengintai Riau

Titik Api Meningkat, Pemprov Riau Harap Pusat Segera Kirim Bantuan

Pemerintah Provinsi Riau masih menunggu bantuan helikopter water bombing dari pemerintah pusat

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
Foto/Dok Lanud Roesmin Nurjadin
KARHUTLA - Helikopter water bombing saat tengah bekerja memadamkan Karhutla di wilayah Riau beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau masih menunggu bantuan helikopter water bombing dari pemerintah pusat untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai meningkat di sejumlah wilayah.

Usulan permintaan bantuan helikopter tersebut telah disampaikan sejak beberapa bulan lalu. Saat ini bahkan Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla, menyusul meningkatnya kemunculan titik api di berbagai daerah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Ghafur mengatakan, Pemerintah Provinsi Riau terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar bantuan helikopter water bombing bisa segera dikirim ke Riau.

“Kami sangat membutuhkan sekali heli water bombing, karena titik api semakin meningkat,” ujar Jim Ghafur, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, keberadaan helikopter water bombing sangat penting untuk mempercepat proses pemadaman, terutama di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Pemerintah Provinsi Riau berharap bantuan helikopter water bombing dari pusat dapat segera dikirimkan, sehingga upaya pengendalian karhutla di daerah ini bisa dilakukan secara maksimal.

Sebab hingga saat ini, petugas gabungan masih mengandalkan pemadaman dari darat dengan berbagai keterbatasan. Upaya ini cukup menyulitkan terutama di wilayah perbukitan maupun di daerah yang jauh dari sumber air.

Kondisi tersebut diperparah oleh cuaca yang saat ini cukup panas dan terik. Angin yang kencang juga membuat api lebih cepat menjalar di area lahan yang terbakar.

Selain itu, sebagian besar lahan yang terbakar di Riau merupakan lahan gambut. Karakteristik gambut yang mudah terbakar hingga ke lapisan bawah tanah membuat proses pemadaman membutuhkan penyiraman air dalam jumlah besar dan waktu yang tidak singkat.

“Api di lahan gambut biasanya tidak hanya di permukaan, tetapi juga berada di dalam tanah, sehingga membutuhkan banyak penyiraman agar benar-benar padam,” jelasnya.

Salah satu kebakaran yang masih ditangani petugas hingga saat ini terjadi di kawasan Jalan Niaga, Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar. Tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke area permukiman warga.

Kondisi tersebut, menurut Jim, semakin menunjukkan pentingnya dukungan pemadaman melalui udara agar penanganan karhutla bisa dilakukan lebih cepat dan efektif. (Syaiful Misgiono)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved