Imbas Kenaikan Harga Plastik
Harga Plastik Naik, Bapokting di Kepulauan Meranti Masih Cenderung Stabil
Kenaikan harga plastik bening mulai dirasakan pelaku usaha kecil di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Penulis: Teddy Tarigan | Editor: M Iqbal
TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Kenaikan harga plastik bening mulai dirasakan pelaku usaha kecil di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Salah seorang pedagang sate di Selatpanjang, Akmal, mengungkapkan bahwa harga plastik bening mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Biasanya saya beli sekitar Rp 28.000 per kilogram, sekarang sudah naik jadi Rp32.000,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Menurut Akmal, kenaikan tersebut cukup memengaruhi biaya operasional, mengingat plastik menjadi kebutuhan utama untuk membungkus pesanan.
Meski begitu, ia mengaku belum menaikkan harga jual dagangannya karena khawatir berdampak pada penurunan pembeli.
“Kalau harga jual dinaikkan, takutnya pembeli berkurang. Jadi masih saya tahan,” katanya.
Di sisi lain, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepulauan Meranti memastikan kondisi harga bapokting di daerah tersebut masih terkendali.
Kepala Disperindag Kepulauan Meranti, Marwan, menyebutkan bahwa secara umum harga bahan pokok selama Maret 2026 relatif stabil meski terdapat beberapa fluktuasi.
“Secara umum, kondisi harga bahan pokok masih relatif stabil dan terkendali, meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan,” ujar Marwan.
Ia menjelaskan, komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain cabai rawit merah, telur ayam ras, gula pasir curah, dan daging ayam ras. Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai rawit merah akibat meningkatnya permintaan serta faktor distribusi.
Sementara itu, kenaikan harga telur ayam ras dan daging ayam ras masih dalam kategori wajar. Di sisi lain, beberapa komoditas seperti cabai merah keriting, cabai rawit hijau, dan bawang merah justru mengalami penurunan harga karena pasokan yang mencukupi dan distribusi yang lancar.
Marwan menambahkan, sebagian besar komoditas lainnya seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, ikan, serta produk olahan seperti tahu dan tempe masih terpantau stabil tanpa fluktuasi signifikan.
Dalam upaya menjaga stabilitas harga, pemerintah juga telah melaksanakan operasi pasar murah pada pertengahan bulan Ramadan lalu. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Riau dan Pemkab Kepulauan Meranti melalui Disperindag.
“Operasi pasar murah ini sangat membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau dan turut menjaga stabilitas harga di pasar,” jelasnya.
Disperindag, lanjut Marwan, akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap harga dan ketersediaan bapokting. Koordinasi lintas instansi, pengawasan distribusi, hingga pelaksanaan operasi pasar akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan. “Stok bahan pokok di daerah dalam kondisi aman dan mencukupi. Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak panic buying,” pungkasnya.
(tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)
| Pedagang Kelimpungan, Harga Plastik di Pekanbaru Semakin Melambung |
|
|---|
| Harga Plastik Melambung Penjual Ayam Geprek di Pekanbaru Pusing Tujuh Keliling |
|
|---|
| Harga Plastik di Rohul Meroket Lebih 50 Persen |
|
|---|
| Desi Mengeluh Harga Plastik Pembungkus Naik Sampai Dua Kali Lipat |
|
|---|
| Harga Plastik Naik, Pedagang di Pekanbaru Mulai Pelit dengan Kantong Kresek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/harga-plastik-naik-di-Pekanbaru.jpg)