Riau Masih Dihantui Karhutla
Riau Nihil Titik Api, Daerah Rawan Karhutla Tetap Diwaspadai
Kabar baik datang dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
“Secara umum kondisinya akan lebih kering jika dibandingkan dengan tahun 2025,” ujarnya.
BMKG juga mencatat curah hujan tahun ini berada sedikit di bawah normal jika dibandingkan dengan rata-rata 30 tahun terakhir.
Kondisi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa risiko karhutla tetap tinggi, terutama menjelang puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada Juni hingga Agustus 2026.
Mengantisipasi potensi karhutla, berbagai langkah mitigasi terus dilakukan, di antaranya dengan melakukan Patroli darat dan udara di wilayah rawan.
Sosialisasi dan edukasi ke masyarakat terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar pembasahan lahan gambut melalui sekat kanal dan embung, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk hujan buatan dan peningkatan koordinasi lintas instansi (BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan pemerintah daerah)
Menurut BMKG, kondisi saat ini yang masih berada pada fase “kemarau kecil” justru menjadi momentum penting untuk melakukan pembasahan lahan sebelum memasuki kemarau panjang.
“Ini kesempatan untuk mengisi embung dan membasahi lahan gambut sebagai persiapan menghadapi puncak kemarau,” jelas Faisal. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)
| Hampir 800 Hektare Lahan Terbakar Akibat Karhutla di Pelalawan 2026 Ini, Sebagian Besar Gambut |
|
|---|
| Hujan Rutin Guyur Kota Pekanbaru, Hampir Dua Pekan Tak Ada Kebakaran Lahan |
|
|---|
| Nihil Karhutla di Dumai, Wako intruksikan Camat dan Lurah Tetap Waspada |
|
|---|
| Fenomena El Nino Picu Musim Kering Lebih Panjang di Riau |
|
|---|
| Hujan Dinilai Efektif Hilangkan Firespot dan Hotspot di Pelalawan, BPBD: OMC Dilanjutkan BNPB |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Asap-tebal-muncul-di-lokasi-Karhutla-di-Desa-Gambut-Mutiara-Pelalawan.jpg)