Riau Dalam Bahaya Narkoba
DPRD Dukung Langkah Polisi di Riau Hanguskan Peredaran Narkoba
DPRD Riau menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian atas upaya maksimal dalam mengatasi peredaran narkoba di wilayah Riau.
Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Muhammad Ridho
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ketua Komisi I DPRD Riau, Nur Azmi Hasyim, menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian atas upaya maksimal dalam mengatasi peredaran narkoba di wilayah Riau.
Menurutnya, langkah cepat aparat penegak hukum dalam menindak peredaran narkotika patut diapresiasi, terutama pasca peristiwa yang terjadi di Panipahan yang memicu perhatian publik.
"Sekali-kali kita apresiasi kepada pihak kepolisian, yang sudah bekerja maksimal untuk mengatasi atau membatasi pergerakan dari peredaran narkoba," ujarnya.
Ia menilai, pasca kejadian tersebut, berbagai pihak mulai bergerak, baik dalam menekan peredaran maupun penggunaan narkoba di tengah masyarakat.
Nur Azmi juga menyoroti adanya gelombang protes warga yang menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya perhatian terhadap persoalan narkoba di daerah tersebut.
Ke depan, ia berharap sinergi antar lembaga semakin diperkuat, termasuk dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang merupakan mitra kerja Komisi I DPRD Riau.
“Yang jelas, kita mendukung dan mendorong pihak-pihak terkait untuk lebih serius dalam mengatasi peredaran maupun penggunaan narkoba ini,” tegasnya.
Baca juga: Sepekan Pasca Aksi, Warga Panipahan Rohil Masih Sweeping Lokasi Diduga Sarang Narkoba
Prihatin Narkoba di Riau
Sekretaris Komisi I DPRD Riau, Amal Fathullah, menyampaikan keprihatinannya atas maraknya peredaran narkoba di Provinsi Riau yang dinilai sudah meresahkan masyarakat hingga memicu aksi spontan warga.
Ia menilai, kondisi ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba di sejumlah daerah di Riau masih sulit dikendalikan, bahkan memicu masyarakat untuk mengambil tindakan sendiri.
Sebelumnya, warga di Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu, nekat membakar sebuah pondok yang diduga menjadi lokasi transaksi narkoba oleh bandar dan kurir.
Aksi serupa juga terjadi di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, di mana warga menyerang dan membakar rumah yang diduga milik bandar narkoba. Peristiwa ini disebut sebagai bentuk akumulasi kemarahan masyarakat terhadap maraknya peredaran barang haram tersebut.
Amal Fathullah mengatakan, kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah tegas dan terukur dalam memberantas narkoba.
“Kita prihatin melihat masih maraknya narkoba di tengah masyarakat. Kita berharap ada sikap tegas dari Kapolda terkait persoalan ini,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi terakhir, Kapolda Riau telah mengambil langkah dengan mencopot Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Panipahan sebagai bentuk respons atas kejadian tersebut.
Menurutnya, langkah tegas dari Kapolda Riau tersebut patut diapresiasi sebagai bentuk komitmen dalam memberantas peredaran narkoba serta menjaga kondusivitas keamanan, khususnya di wilayah Panipahan dan sekitarnya.
(Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)
| Calon Dokter Ini Menilai Keluarga Jadi Langkah Awal Cegah Pengaruh Narkoba |
|
|---|
| Rincian Perkara Narkotika yang Ditangani PN Bangkinang Kampar 2024-2026, Kecamatan Ini Terbanyak |
|
|---|
| Cerita Penyintas Narkoba, Awalnya Ditawari Gratis di Tempat Hiburan Malam |
|
|---|
| Peredaran Narkoba di Riau Makin Mengkhawatirkan, Pakar: Untung Besar, Hukuman Ringan |
|
|---|
| Wilayah Pesisir Riau Jadi Celah Pintu Masuk Narkoba Jaringan Internasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Nur-Azmi-Hasyim-demokrat-bengkalis.jpg)