Jumat, 8 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Mambang Mit: Peredaran Narkoba di Riau Sudah Masif, dari Darat hingga Jalur Laut

FKPMR tidak hanya menjadi ruang diskusi para tokoh lintas bidang, tetapi juga berperan aktif dalam menyuarakan kepentingan masyarakat

Tayang:
Penulis: Alex | Editor: Sesri
Tribun Pekanbaru/Alex
Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru bersama Ketua FKPMR, Drs H. Mambang Mit 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Di tengah dinamika pembangunan daerah dan berbagai persoalan sosial yang terus berkembang, kehadiran tokoh masyarakat menjadi sangat penting sebagai penyeimbang sekaligus penyambung aspirasi publik. 

Di Riau, salah satu wadah yang mewadahi peran tersebut adalah Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), sebuah lembaga independen yang lahir dari semangat reformasi.

FKPMR tidak hanya menjadi ruang diskusi para tokoh lintas bidang, tetapi juga berperan aktif dalam menyuarakan kepentingan masyarakat, baik dalam aspek sosial, ekonomi, hingga politik kebangsaan. 

Dengan beranggotakan tokoh-tokoh berpengalaman seperti akademisi, mantan pejabat, hingga pemuka agama dan adat, forum ini memiliki posisi strategis dalam memberikan pandangan objektif terhadap berbagai isu di Riau.

Salah satu isu yang menjadi perhatian serius adalah maraknya peredaran narkoba di Provinsi Riau yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Untuk menggali lebih dalam peran FKPMR serta pandangan terhadap persoalan tersebut,

berikut wawancara khusus Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru bersama Ketua FKPMR, Drs H. Mambang Mit.

1. Tanya:
Bisa diceritakan apa itu Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau?

Jawab:
Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau atau FKPMR adalah lembaga independen yang lahir pada masa reformasi tahun 1998. Forum ini dibentuk oleh para tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kondisi daerah. Hingga saat ini, beberapa tokoh pendiri masih ada, seperti Prof Mochtar Ahmad, Prof Tengku Dahrir, Prof Yusmar Yusuf, Azlaini Agus, dan Makmur Hendrik. Sejak awal, forum ini berdiri tanpa intervensi dan tanpa pendanaan dari pemerintah.

2. Tanya:
Bagaimana posisi FKPMR dalam struktur pemerintahan?

Jawab:
FKPMR tidak berada dalam struktur pemerintahan karena sifatnya independen. Kami berdiri sendiri, membangun kantor sendiri, dan menjalankan kegiatan tanpa ketergantungan pada anggaran pemerintah. Namun, kami tetap menjadi mitra strategis dalam memberikan masukan kepada pemerintah.

3. Tanya:
Siapa saja yang tergabung dalam FKPMR?

Jawab:
Anggota FKPMR berasal dari berbagai latar belakang, seperti profesor, doktor, politisi, pemuka agama, tokoh adat, hingga mantan pejabat. Ini menjadikan forum ini sebagai wadah yang kaya akan pengalaman dan perspektif.

4. Tanya:
Apa fungsi utama dari FKPMR?

Jawab:
Fungsi utamanya adalah menyuarakan aspirasi masyarakat. Jika kebijakan pemerintah sudah baik, kami mendukung. Namun jika ada yang menyimpang, kami hadir sebagai penyeimbang yang mewakili suara masyarakat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved