Jumat, 8 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Sempat Ada Kendala Teknis Pesawat, JCH Riau Kloter BTH 5 Akhirnya Terbang ke Tanah Suci Sore Tadi

Keberangkatan jemaah calon haji asal Kampar, Riau, yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Batam akhirnya terlaksana setelah sempat tertunda

Tayang:
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Fernando
Foto ilustrasi: Para jemaah haji tahun 2026 asal Kota Pekanbaru menjalani manasik akbar di Masjid Al Firdaus, Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Keberangkatan jemaah calon haji asal Kabupaten Kampar, Provinsi Riau yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Batam (BTH 5) akhirnya terlaksana setelah sempat mengalami penundaan.

Para jemaah diberangkatkan menuju tanah suci pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 15.26 WIB tadi sore.

Ratusan jemaah ini sesuai jadwal seharusnya diterbangkan ke tanah suci pada Senin (27/4/2026) pagi kemarin. Namun, keberangkatan terpaksa ditunda akibat pesawat yang akan mengangkut jemaah mengalami kendala teknis.

Akibat kondisi tersebut, seluruh jemaah dibawa kembali ke hotel di Batam untuk beristirahat dan menginap satu malam sambil menunggu kesiapan pesawat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan bahwa setelah dilakukan perbaikan dan dinyatakan layak terbang, jemaah akhirnya bisa diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Alhamdulillah, hari ini jemaah Kloter BTH 5 sudah diberangkatkan sekitar pukul 15.26 WIB tadi. Semua berjalan lancar,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Total jemaah dan petugas dalam Kloter BTH 5 ini berjumlah 438 orang, terdiri dari 431 jemaah haji, 2 Petugas Haji Daerah (PHD), 1 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 4 petugas kloter.

Meski demikian, tidak seluruh jemaah dapat ikut dalam keberangkatan tersebut. Tercatat, tiga orang jemaah harus dirawat di Batam dan didampingi oleh tiga orang pendamping. 

Selain itu, satu orang jemaah lainnya dilaporkan sakit di daerah asal di Kabupaten Kampar, sehingga tidak dapat berangkat bersama kloter ini.

Pihak penyelenggara memastikan seluruh jemaah yang tertunda telah mendapatkan penanganan dan pelayanan yang baik selama proses penundaan, termasuk akomodasi dan pendampingan oleh petugas haji.

Dengan keberangkatan ini, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta memperoleh haji yang mabrur. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved