Rabu, 29 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ibadah Haji 2026

Tertunda dari Jadwal Semula, 45 JCH Meranti Diberangkatkan Hari Ini

Sebanyak 45 jemaah calon haji (JCH) Meranti Kloter 6 mengalami penundaan keberangkatan dari jadwal semula.

Tayang:
Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Muhammad Ridho
Tribun Pekanbaru/Teddy Tarigan
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kepulauan Meranti, H. Surasman bersama perwakilan JCH yang tertunda keberangkatan pada Selasa (28/4/2026) di Batam. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Sebanyak 45 jemaah calon haji (JCH) Kloter 6 mengalami penundaan keberangkatan dari jadwal semula.

Mereka dijadwalkan berangkat sehari kemudian dan akan bergabung dengan Kloter 7.

Dari total tersebut, 44 jemaah berasal dari Kabupaten Kepulauan Meranti dan satu orang dari Kabupaten Kampar. 

Semula, seluruh JCH Kloter 6 dijadwalkan berangkat pada Selasa (28/4/2026).

Namun, akibat kendala teknis, sebagian jemaah harus diberangkatkan pada Rabu (29/4/2026) hari ini.

Penundaan ini menyebabkan rombongan dari beberapa daerah terpisah.

Khusus JCH asal Meranti yang berjumlah 110 orang, hanya 66 orang yang dapat terbang sesuai jadwal, sementara 44 lainnya tertunda.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kepulauan Meranti, H. Surasman, menjelaskan penundaan terjadi akibat keterlambatan penerbangan sebelumnya di Bandara Hang Nadim Batam.

“Kloter sebelumnya mengalami keterlambatan, begitu juga dengan pesawat yang digunakan. Selain itu, maskapai juga mengganti pesawat dengan kapasitas lebih kecil,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: Jemaah Haji Kuansing Meninggal Usai Pelepasan, Ini Kata Kakan Kemenhaj Kuansing

Ia menyebutkan, kapasitas ideal satu kloter mencapai 445 jemaah, namun pesawat yang digunakan hanya mampu menampung sekitar 400 penumpang. Hal ini menyebabkan sebagian jemaah harus ditunda keberangkatannya.

“Karena jumlah JCH Meranti relatif lebih sedikit dalam susunan kloter, maka yang paling banyak tertunda berasal dari Meranti,” terangnya.

Sebagai solusi, jemaah yang tertunda diberangkatkan bersama Kloter 7 yang memiliki kapasitas pesawat lebih besar, yakni sekitar 499 hingga 500 penumpang.

Selama masa penundaan, seluruh kebutuhan jemaah menjadi tanggung jawab maskapai, mulai dari akomodasi hingga konsumsi.

Meski keberangkatan terpisah, Surasman memastikan seluruh jemaah tetap akan menjalani rangkaian ibadah secara bersama di Tanah Suci.

“Setibanya di Makkah, mereka tetap bergabung dalam Kloter 6, baik untuk pemondokan maupun pelaksanaan ibadah,” terangnya.

Untuk jadwal kepulangan, pihaknya masih menunggu kepastian dari maskapai, mengingat kendala ini berasal dari aspek teknis penerbangan.

“Mudah-mudahan tidak ada kendala lanjutan, sehingga seluruh proses ibadah hingga kepulangan berjalan lancar,” pungkasnya.

( Tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved