Dampak Pasokan BBM Terbatas
Pakai Solar Subsidi, Nelayan di Rohil Mengaku Tidak Kesulitan Dapatkan BBM
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi berdampak kepada mata pencaharian nelayan di Rohil.
Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: Muhammad Ridho
TRIBUNPEKANBARU.COM, ROHIL - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi berdampak kepada mata pencaharian nelayan.
Namun kondisi tersebut tidak dirasakan oleh nelayan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Seperti yang dijelaskan oleh Wiwid dan Amri, dua orang nelayan asal Kabupaten Rohil. "Kami pakai bio solar, masih amanlah tidak ada kenaikan," ujar Wiwid, Selasa (5/5/2026).
Wiwid mengatakan bahwa selama ini mereka juga tidak pernah kesulitan mendapatkan BBM untuk digunakan melaut.
"Selama ini masih aman-aman saja, tidak ada kelangkaan," ujarnya.
Baca juga: Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok Naik Dampak BBM Langka, DPRD Pekanbaru Minta Pemerintah Cari Solusi
Baca juga: Hingga April Kasus DBD di Kecamatan Bangko Mencapai 35 Kasus, Paling Tinggi se Rohil
Sementara itu, Amri rekan Wiwid mengatakan bahwa untuk pembelian BBM jenis bio solar mereka biasa menggunakan jeregen 35 liter.
"Kami biasa ada agennya tempat kami membeli minyak, harganya 300 ribu Rupiah satu jeregen," ujar Amri.
Sementara itu, sebelumnya Tribunpekanbaru.com juga mewawancara Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Rohil, M Fauzi soal stok BBM di Kabupaten Rohil.
Fauzi memastikan bahwa stok BBM di Kabupaten Rohil masih aman.
(Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/nelayan-desa-tambak-pelalawan.jpg)