Berantas Narkoba di Riau
Kisah Mantan Personil TNI di Riau, Dulu Gagah Berani Kini Hancur Akibat Kecanduan Narkoba
Seperti Albusra berusia 54 tahun pensiunan pasukan TNI Angkatan Laut yang harus mengajukan pensiun dini karena sakit akibat kecanduan narkoba.
Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Keberadaan narkoba di Riau semakin mengakhawatirkan.
Narkoba menyasar semua kalangan, mulai dari masyarakat biasa hingga aparat penegak hukum hingga pejabat yang seharusnya menjadi percontohan disiplin.
Seperti Albusra berusia 54 tahun pensiunan pasukan TNI Angkatan Laut yang harus mengajukan pensiun dini karena sakit akibat kecanduan narkoba.
Matanya sudah cekung, badan kurus dan ngomong sudah tidak lurus dan tidak jelas lagi kalimat yang keluar dari mulut mantan prajurit kebanggaan yang sudah melanglang buana tugas menjaga perairan laut tanah air itu.
Albusra pernah bertugas di KRI, dan Lanal Tanjung Balai Karimun, serta tugas terakhir di Kota Padang.
Diusianya 52 tahun ia diminta keluarganya untuk mengajukan pensiun dini, karena mulai sakit, akibat pengaruh kecanduan narkoba.
Sejak pensiun, Albusra menjalani rehabilitasi narkoba di sebuah pondok pesantren rehabilitasi narkoba di Riau.
Albusra berkisah, awalnya mulai kenal narkoba diusianya yang masih produktif, yakni 20 tahun dan masih baru lulus di TNI Angkatan Laut.
Baca juga: Penanganan Narkoba di Riau Jadi Sorotan, Warga Harap Polisi Berantas Tuntas hingga ke Akarnya
"Untuk hiburan saja awalnya, pokoknya enak-enak saja,"ujarnya bercerita.
Ia mulai mengenal ekstasi saat dinasnya di KRI, saat pendaratan dan mencari barang tersebut, singgah di tempat hiburan malam.samnil mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi.
"Mulai kenal narkoba usia 20 tahun masa dinas, kalau bersiar malam untuk hiburan, lebih seringnya pil ekstasi dan sabu sesekali, makai sabunya di rumah kawan, sebentar saja, sudah itu pergi langsung ke kapal,"ujar Albusra.
Kebiasaan itu, terus dilakukan Albusra, setiap beli biasanya ia menyiapkan uang 200 ribu hingga 300 ribu, ia pun sudah mengetahui tempat beli barang haram tersebut setelah sering mengkonsumsinya.
Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku yang Sembunyikan Narkoba dalam Tanah Timbun di Kampung Dalam Pekanbaru
"Ternyata lama-kelamaan saya jadi kecanduan, kalau tidak konsumsi itu saya jadi lemas dan ketergantungan,"ujar Albusra.
Sejak saat itulah, Albusra jadi ketergantungan bahkan bisa menghabiskan sehari 600 ribu, akibatnya uang untuk keluarga tidak ada dikirim, rumah tangganya sempat berantakan akibat itu.
"Pokoknya ada 150 ribu saya kejar teman untuk bisa dapatkan obatnya, kalau tidak pakai badan saya lemas, setelah dipakai baru segar kembali,"ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Albusra-eks-Prajurit-TNI-Jalani-Rehabilitasi-Narkoba.jpg)