Rabu, 3 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dinas PUPR Pastikan Pengaspalan Jalan Simpang Sambung Kuansing Dimulai Juni 2026

Pemkab Kuansing memastikan pengerjaan pengaspalan jalan di kawasan Simpang Sambung, Kecamatan Singingi, dimulai pada Juni 2026.

Tayang:
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: M Iqbal
Tribun Pekanbaru/Guruh Budi Wibowo
Kontraktor Dinas PUPR melakukan pekerjaan ruas jalan di Kuansing 

TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) memastikan pengerjaan pengaspalan jalan di kawasan Simpang Sambung, Kecamatan Singingi, akan mulai dilaksanakan pada Juni 2026.

Ruas jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena rusak parah dan licin saat hujan itu bakal dibangun secara bertahap menggunakan konstruksi rigid beton.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kuansing, Ade Fahrer mengatakan, pihaknya telah melakukan pembahasan teknis bersama perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah tersebut sebelum pengerjaan dimulai.

“Awal Juni ini dimulai, kami telah bertemu dengan pihak perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di sana untuk membahas teknis pengerjaannya,” ujar Ade, Kamis (28/5/2026).

Menurut Ade, pembangunan jalan tersebut sepenuhnya didukung oleh salah satu perusahaan sawit yang beroperasi di Simpang Sambung.

Perusahaan itu menyatakan kesediaannya membantu pembangunan jalan secara bertahap setiap tahun.

Ia menjelaskan, ruas jalan yang akan dibangun dengan rigid beton memiliki total panjang sekitar tiga kilometer.

Namun pengerjaan dilakukan bertahap, dengan target satu kilometer setiap tahun hingga tuntas pada 2028 mendatang.

“Total ruas jalan yang akan dirigid sepanjang tiga kilometer. Pembangunan ruas jalan tersebut bakal tuntas pada 2028,” katanya.

Kondisi jalan Simpang Sambung selama ini memang menjadi perhatian masyarakat.

Saat musim penghujan, badan jalan berubah licin dan berlumpur sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat melintas.

Tidak sedikit kendaraan yang tergelincir, terutama di bagian tanjakan yang mengalami kerusakan cukup parah.

Karena itu, pada tahap awal pengerjaan nanti, Dinas PUPR memprioritaskan pembangunan di titik-titik tanjakan yang dianggap paling berisiko bagi keselamatan pengguna jalan.

“Karena per tahunnya hanya satu kilometer, jadi kita akan rigid bagian yang paling parah dan urgen,” ujar Ade.

Selain dilalui kendaraan masyarakat, ruas jalan tersebut juga menjadi jalur utama angkutan hasil perkebunan sawit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved