Sabtu, 30 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Program Cek Kesehatan Gratis di Riau Masih Jauh dari Target, Dinkes Minta Daerah Bergerak Cepat

Data yang dirilis Dinas Kesehatan Riau, hingga 23 Mei 2026. Capaian cek kesehatan gratis di Riau baru berada di angka 8,54 persen. 

Tayang:
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: M Iqbal
Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky
CEK KESEHATAN: Warga memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis di Pekanbaru. Foto beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau masih menghadapi pekerjaan besar dalam mengejar target program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto. 


Hal ini terlihat dari capaian tahun 2025 yang hanya menyentuh 19 persen dari target nasional 36 persen. Begitu juga dengan tahun 2026 ini,  realisasinya juga kembali bergerak lambat.


Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Riau, hingga 23 Mei 2026. Capaian CKG di Riau baru berada di angka 8,54 persen. 


Padahal target nasional tahun ini mencapai 46 persen. Kondisi itu membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau mulai memacu percepatan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di seluruh Puskesmas.


Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan hingga akhir Mei 2026 tercatat baru sekitar 586.594 warga yang memanfaatkan layanan CKG. Sementara jumlah penduduk Riau mencapai 6,86 juta jiwa.


“Cek kesehatan gratis ini merupakan program Presiden Prabowo. Tahun 2025 target nasional 36 persen dan Riau hanya mencapai 19 persen. Tahun 2026 target nasional naik menjadi 46 persen, sementara Riau sampai 23 Mei baru 8,54 persen,” kata Zulkifli, Jumat (29/5/2026).


Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Dinkes Riau telah menggelar rapat koordinasi bersama seluruh bidang kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Riau. Fokusnya mengevaluasi capaian program sekaligus memastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal sepanjang 2026.


Menurut Zulkifli, program strategis nasional di bidang kesehatan itu membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat agar lebih aktif memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas.


Berdasarkan pemantauan terhadap 244 Puskesmas di Riau, masih ditemukan sejumlah fasilitas kesehatan dengan capaian CKG di bawah 1.000 pemeriksaan. Meski demikian, beberapa daerah mulai menunjukkan progres positif.


Kabupaten Kampar tercatat menjadi daerah dengan capaian tertinggi sebesar 16,2 persen, disusul Kabupaten Rokan Hulu 13,7 persen. Sementara Kabupaten Siak masih menjadi daerah dengan capaian terendah, yakni 3,4 persen.


“Kami mengimbau seluruh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota melakukan langkah percepatan, terutama untuk bayi, balita, siswa SD, SMP, SMA sederajat, kelompok dewasa hingga lansia,” ujarnya.


Dinkes Riau sendiri menargetkan capaian pemeriksaan kesehatan bisa meningkat rata-rata 4 persen setiap bulan. Dengan skema itu, diharapkan capaian tahunan dapat menembus sekitar 44 persen.


Namun, karena realisasi saat ini masih tertinggal, percepatan dalam delapan bulan ke depan harus dilakukan lebih masif. Zulkifli menilai langkah yang dilakukan Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu bisa menjadi contoh bagi daerah lain, termasuk Kota Pekanbaru yang mulai melakukan percepatan serupa.


Ia menjelaskan, program CKG bertujuan mendeteksi lebih dini berbagai penyakit yang banyak diderita masyarakat Riau, seperti hipertensi dan diabetes. Dengan pemeriksaan rutin, penyakit dapat dikendalikan sebelum berkembang menjadi lebih serius.


“Penyakit terbanyak saat ini hipertensi yang berisiko stroke, kemudian diabetes. Kalau sudah teridentifikasi lebih awal, masyarakat bisa lebih berhati-hati dan rutin kontrol di Puskesmas,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved