Senin, 8 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Karhutla di Kampar

Bupati Kampar Instruksikan Bikin Kanal Hadapi Karhutla, Bagaimana Kesiapan Anggaran Desa-Kelurahan?

Bupati Kampar, Ahmad Yuzar menginstruksikan pemerintah desa/kelurahan rawan kebakaran hutan lahan (karhutla) membuat tempat penampungan air.

Tayang:
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: M Iqbal
Dok
Ilustrasi anggaran desa 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Bupati Kampar, Ahmad Yuzar menginstruksikan pemerintah desa/kelurahan rawan kebakaran hutan lahan (karhutla) membuat tempat penampungan air.

Penampungan air berupa kanal atau waduk. Pembuatannya akan membutuhkan biaya. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kampar, Febrinaldi Tridarmawan menjelaskan penganggaran.

Ia akan mengecek penganggaran desa untuk bencana. Menurut dia, regulasi memang mengamanatkan pengalokasian sebagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk penanggulangan bencana.

"Saya akan cek secara rinci desa-desa mana yang sudah menganggarkannya. Terutama desa yang rawan karhutla," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (4/6/2026).

Ia mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah memetakan daerah rawan. Hasil pemetaan itu dapat dijadikan dasar penganggaran untuk bencana. 

Ia meminta pemerintah desa berkoordinasi dengan BPBD tentang kerawanan di wilayahnya masing-masing. Termasuk mengonsultasikan teknis pembuatan kanal untuk bahan perencanaan.

"Kalau termasuk daerah rawan dan belum menganggarkannya, buat perencanaannya. Nanti bisa dianggarkan di APBDes perubahan," ujarnya.

Menurut dia, penganggarannya disesuaikan dengan kondisi keuangan desa. Pelaksanaannya juga merujuk kepada penskalaan.

"Tentu untuk konteks ini, yang dibikin skala desa. Sebab keuangan desa juga terbatas," katanya.

Yuzar menyampaikan instruksi itu pada Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota, Kamis (4/6/2026) pagi.

"Seluruh kepala desa/kelurahan agar dapat membuat kanal atau waduk tempat penampungan air di daerah rawan karhutla," pintanya. 

Menurut dia, suplai air menjadi salah satu kendala dalam penanganan karhutla di lapangan. Oleh karenanya diperlukan sumber air, terutama di daerah rawan. 

Sarana prasarana yang belum memadai turut menambah kendala. Seperti tidak adanya tangki dan mobil gardan dobel pengangkut personel. Kendala lain lokasi perbukitan dan gambut.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved