Desak Pencairan Uang Pembinaan dan Bonus PON 2024, Pengprov Cabor Datangi Dispora Riau
Dikatakannya, persoalan anggaran termasuk bonus PON 2024 juga sudah dikomunikasikan dengan pemerintah daerah.
Penulis: Budi Rahmat | Editor: Firmauli Sihaloho
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Puluhan pelatih dari berbagai cabang olahraga (cabor) menemui pengurus KONI Riau, Selasa (2/6/2026) terkait tuntutan pembayaran bonus PON 2024 yang belum dibayarkan.
Para pelatih meminta pendampingan dari KONI untuk bertemu langsung dengan Dispora Riau.
Pelatih mendesak agar ada kepastian soal pencairan bonus dan alokasi anggaran lainnya yang berkaitan dengan pembinaan atlet.
"Kami minta dukungan KONI untuk menemui Dispora untuk mempertanyakan perihal bonus. Karena ini sudah menyangkut marwah Riau," ungkap Ahmad Marcos, pelatih senior cabang olahraga senam Riau.
Ia mengatakan dari semua provinsi di Indonesia yang atletnya mengikuti PON 2024, hanya Riau saja yang belum merealisasikan bonus.
"Provinsi Sumatera Barat saja sudah selesai dengan masalah ini. Bahkan pemerintah daerahnya begitu antusias. Sedangkan kita masih saja harus berjuang untuk meminta hak," ungkap Marcos.
Hal serupa juga disampaikan Ketua Pengprov Angkat Berat Riau, Derisman. Ia menyebutkan bahwa kondisi ini sangat miris. Bagaimana pemerintah daerah yang justru tak menjaga marwah
"Kondisi ini sangat miris. Bagaimana atlet terus mempertanyakan apa yang menjadi hak mereka. Mereka (atlet) butuh untuk kehidupan," ungkap Derisman.
Harapan para atlet diterima langsung oleh Wakil Ketua I KONI Riau, Khairul Fahmi, serta Sekretaris Umum KONI Riau, Edi Satria. Edi menjawab bahwa KONI juga tengah memperjuangkan hal yang sama.
Dikatakannya, persoalan anggaran termasuk bonus PON 2024 juga sudah dikomunikasikan dengan pemerintah daerah.
"KONI Riau tentu saja sepakat dengan aspirasi ini. Namun, sejauh komunikasi dengan pemerintah daerah memang belum ada kepastian. Nah, kita tentu berharap ini akan terus diperjuangkan," ungkapnya.
Usai melakukan pertemuan dengan KONI, puluhan pelatih langsung menuju Dispora Riau di Jalan Sutomo, Pekanbaru.
Baca juga: Asap Masih Muncul di Beberapa Titik, Pemadaman Karhutla di Desa Sokoi Pelalawan Dilanjutkan
Baca juga: Pemilik Travel di Pekanbaru Jadi Tersangka, Tipu Pasutri Calon Jemaah Haji Mujamalah Rp640 Juta
Polemik Bonus PON 2024
Seperti diketahui, pemerintah Provinsi Riau menetapkan besaran bonus PON 2024 (Aceh-Sumut) berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub), yakni Rp 300 juta untuk peraih medali emas, Rp 150 juta untuk perak, dan Rp 75 juta untuk perunggu.
Meskipun acara penyerahan simbolis sempat dilakukan sebelumnya, pembayaran total bonus sempat mengalami kendala dan penundaan akibat kondisi keuangan daerah.
Skema pencairan di mana pembayaran dilakukan secara bertahap.Tahap pertama: sebesar 40 persen hingga 45?ri total bonus yang dijanjikan telah direalisasikan kepada para atlet.
| Kunci Jawaban PAI Budi Pekerti Kelas 5 Halaman 57 Gambar 3.2 Hidup Rukun Kurikulum Merdeka |
|
|---|
| Asap Masih Muncul di Beberapa Titik, Pemadaman Karhutla di Desa Sokoi Pelalawan Dilanjutkan |
|
|---|
| Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Bisa Dicairkan Meski Belum Pensiun, Ada Dua Kategori Pencairan |
|
|---|
| Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 9 Halaman 98 Chapter 2 Unit 1 Section 7 Kurikulum Merdeka |
|
|---|
| favehotel Pekanbaru Sambut Liburan Sekolah dengan Promo School’s Out, Let’s Go! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/bonus-pon-2024-tak-kunjung-cairr.jpg)