Riau Waspada Cuaca Ekstrem
Nelayan Bengkalis Kurangi Melaut karena Sering Cuaca Tak Menentu
Sejumlah pelayaran kapal di wilayah Bengkalis masih berjalan seperti biasa dalam kondisi normal.
Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Ariestia
Ringkasan Berita:
- Perairan Bengkalis aman untuk pelayaran, gelombang dan cuaca terkendali.
- Nelayan terkendala angin tak menentu, hasil tangkapan turun hingga 50 persen.
- Sebagian nelayan beralih kerja ke panen sawit saat tidak bisa melaut.
TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Kondisi perairan di wilayah pesisir Bengkalis sampai sejauh ini masih aman untuk pelayaran kapal dan angkutan penumpang.
Ketinggian air laut dan gelombang masih dalam kategori aman.
Hal ini diungkap Kordinator Angkutan Laut dan Usaha Pelabuhan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bengkalis Hariyanto kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (27/11/2025) siang.
Sejumlah pelayaran kapal di wilayah Bengkalis masih berjalan seperti biasa dalam kondisi normal.
"Kondisi perairan Selat Bengkalis dan Melaka masih aman aman saja. Pagi inipun seluruh keberangkatan kapal penumpang masih berjalan dengan lancar tanpa kendala, baik kapal tujuan Selat Panjang di perairan Selat Bengkalis maupun kapal internasional tujuan Melaka masih berjalan normal," ungkapnya.
Baca juga: Dumai Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem Hidrometeorologi, Lebih Baik Siap dan Tidak Terjadi
Sejauh ini Hariyanto mengatakan, tidak ada gejolak atau kondisi cuaca buruk diperairan dari laporan nakhoda kapal yang berjalan.
Pihaknya bersyukur transportasi laut di Bengkalis masih berjalan dengan baik.
"Gelombang sampai saat ini masih aman, BMKG juga menyampaikan untuk perairan Riau masih aman," singkatnya.
Meskipun kondisi masih aman, nelayan di Bengkalis keluhkan kondisi angin di perairan yang tidak menentu.
Terkadang sering muncul angin yang cukup kuat, menganggu aktifitas mencari ikan para nelayan.
Hal ini diakui Sapri nelayan di Kecamatan Bukit Batu Bengkalis, Kamis (27/11/2025) siang.
Menurut dia, saat ini musim angin barat, pihaknya harus ektra hati hati melaut.
"Hasil tanggapan juga sedikit menurun, karena kita terkadang kalau pas cuaca buruk tidak mampu menagak atau melawan ombak dan angin," jelasnya.
Hasil tanggapan menurun bukan karena ikan tidak ada, melainkan karena sering muncul ombak dan angin saat berada di laut, sementara pompong yang digunakan tidak mampu melawan.
| Curah Hujan Naik, BPBD Riau Minta Daerah Segera Tetapkan Status Siaga Banjir |
|
|---|
| Waspada Hujan Ekstrem Awal Desember, BPBD Pelalawan Sebut Debit Sungai Kampar Masih di Bawah Normal |
|
|---|
| Harga Pangan Meroket di Dumai: Cabai Bukittinggi Tembus Rp90 Ribu, Telur Naik Mencolok |
|
|---|
| Dampak Bencana Alam di Sumut, Harga Bahan Pokok di Rohil Diprediksi Melonjak |
|
|---|
| Warga Bantaran Sungai Kuantan di Kuansing Diimbau Waspadai Banjir Akibat Hujan Deras di Sumbar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Nelayan_Bengkalis_Kurangi_Melaut_karena_Sering_Cuaca_Tak_Menentu.jpg)