Kamis, 11 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ancaman Karhutla di Riau

Dua Titik Api Masih Dilakukan Pemadaman di Bengkalis, BPBD: Belum Terjadi Kabut Asap

Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis, Polisi, TNI masih berjibaku padamkan karhutla

Tayang:
Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Muhammad Ridho
Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Upaya Pemadaman Karhutla di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis, Selasa (27/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • TIm BPBD Bengkalis, Polisi, TNI dan stakeholder terkait masih berjibaku padamkan dua titik api di Kecamatan Mandau dan Rupat.
  • Dua titik Karhutla yang terjadi di Bengkalis belum berdampak secara langsung kepada masyarakat sekitar.

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Dua kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kabupaten Bengkalis masih dilakukan upaya pemadaman dan Pendinginan.

Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis, Polisi, TNI dan stakeholder terkait masih berjibaku di lapangan.

Hal ini diungkap Manager Pusdalops PB BPBD Bengkalis Erzansyah kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (27/1) siang.

Dua titik api yang masih dilakukan pemadaman diantaranya di Kecamatan Mandau dan Rupat.

"Karhutla di Rupat tepatnya di Desa Sakarjo Mesim pagi tadi petugas bergerak melakukan pendinginan, namun menjelang siang api kembali muncul dan upaya pemadamam kembali dilakukan," terang Erzansyah.

Luas lahan terbakar di Kecamatan Rupat hingga data terakhir yang diterima sekitar dua hektare. Namun bisa saja kembali bertambah ketika kondisi api masih muncul di bekas lahan yang terbakar.

"Sementara di Kecamatan Mandau, pemadaman dan pendinginan dilakukan kelurahan Pematang Pudu," jelasnya.

Baca juga: Awal Tahun 2026, Luas Karhutla di Riau Capai 46,51 Hektare, Paling Luas di Bengkalis dan Pekanbaru

Menurut dia, cuaca panas yang terjadi selama  beberapa pekan terakhir membuat lahan gambut sejumlah wilayah rawan sudah mulai kering. Seperti lokasi yang saat ini terbakar, petugas gabungan mengalami kesulitan untuk mendapat air.

"Serta cuaca yang panas dan berangin membuat petugas kita kalah cepat dengan api, angin lebih cepat membakar lahan yang kering," terangnya.

Menurut dia, secara umum kebakaran di dua titik ini bisa terkontrol. Namun untuk melakukan pemadaman secara menyeluruh butuh waktu yang panjang dalam melakukan pendinginan.

"Proses pendinginan ini yang bakal lama, kondisi lahan terbakar kering. Tanah gambut sekitar lokasi harus terus di basahkan agar tidak muncul api dari dalam tanah gambut," terangnya.

Baca juga: Karhutla di Bengkalis, Petugas Padamkan Api di Mandau dan Pendinginan di Rupat

Erzansyah mengatakan, sejauh ini dua titik Karhutla yang terjadi di Bengkalis belum berdampak secara langsung kepada masyarakat sekitar. Belum terjadi kondisi kabut asap akibat Karhutla yang terjadi terhadap warga sekitar.

"Memang dampak Karhutla berupa polutan, namun karena kondisi angin yang kencang asap cepat di bawa angin. Sehingga daerah sekitar belum ada kondisi kabut asap terjadi daerah terdampak," terangnya.

( Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved