Kamis, 11 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ancaman Karhutla di Riau

Dua Titik Karhutla Bengkalis Berhasil Dikendalikan, BPBD: Sudah Proses Pendinginan

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kecamatan Mandau dan Rupat sudah berhasil dikendalikan.

Tayang:
Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Muhammad Ridho
Tribun Pekanbaru/BPBD Bengkalis
Upaya Pendinginan dilakukan Petugas Gabungan Karhutla Bengkalis. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kecamatan Mandau dan Rupat sudah berhasil dikendalikan.

Upaya di lapangan, petugas tinggal melakukan pendinginan.

Hal ini diungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bengkalis Salman Alfarisi melalui Manager Pusdalops PB BPBD Bengkalis Erzansyah kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (29/1/2026) siang.

Menurut dia, secara luas lahan untuk Karhutla di Kecamatan Rupat tepatnya di Desa Sukarjo Mesim mengalami peningkatan.

Saat ini lahan yang terbakar dan berhasil di padamkan sekitar enam hektare.

"Meskipun sudah meluas, namun saat ini sudah tidak ada kepala api. Petugas gabungan TNI, Polisi, Manggala Agni serta warga setempat tinggal melakukan pendinginan,"jelasnya.

Hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Mandau tepatnya Kelurahan Pematang Pudu yang kepala api juga sudah padam. Dengan luas lahan terbakar tidak ada perubahan sekitar empat hektare.

Baca juga: Polres Bengkalis Tangani 32 Kasus Narkoba Sejak Awal 2026, 57 Tersangka Dijebloskan ke Penjara

Menurut dia, walaupun tidak ada kepala api di lokasi yang terjadi Karhutla harus terus dilakukan pendinginan petugas di lapangan. Proses pendinginan ini membutuhkan waktu cukup lama bahkan bisa sampai sepekan ke depan.

Karena melihat potensi cuaca saat ini tingkat panas sudah masuk ekstrim. Bahkan BMKG juga sudah mengingatkan kondisi cuaca ini.

Erzansyah mengatakan, BPBD Bengkalis berencana akan segera melakukan rapat koordinasi lintas stakeholder terkait untuk membahas kondisi Karhutla yang terjadi. Kemungkinan akan ada penetapan status siaga darurat Karhutla.

"Ini penting, dengan adanya status siang darurat kita bisa meminta bantuan kegiatan water bombing kalau Karhutla masih muncul," tambahnya.

Baca juga: Dua Kendaraan Berat Alami Laka Lantas di Bengkalis, Supir Truk Tronton Dilarikan ke RSUD Mandau

Menurut dia, pemanfaatan ataupun bantuan pemadaman melalui udara dengan cara water bombing membutuhkan persyaratan.  Satu diantaranya wilayah yang terjadi Karhutla harus berstatus siaga darurat bencana.

Erzansyah mengatakan, kegiatan pemadaman di lakukan saat ini memang sangat diperlukan bantuan dari udara. Mengingat potensi Karhutla bisa terjadi di wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.

( Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved