Pertalite Langka di Pengecer, Antrean Kendaraan Padati SPBU Bengkalis
kondisi seperti ini sudah terjadi sejak tiga sampai empat hari terakhir, karena minyak dipedagang eceran kosong tidak ada penjualnya.
Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Kesulitan mendapatkan bahan bakan minyak (BBM) terutama pertalite di pulau Bengkalis masih terjadi.
Antrean sejumlah SPBU Bengkalis terlihat mengular hingga, Minggu (5/4/2026) pagi.
Seperti di SPBU jalan Bantan Desa Senggoro antrean panjang terjadi sejak pagi sebelum SPBU buka.
Menjelang siang antrean dua baris mengular ratusan meter di badan jalan masuk SPBU.
Kendaraan roda empat juga mengalami antrean padat. Meskipun tidak sebanyak antrean roda dua, kendaraan yang datang ingin mengisi BBM harus mengantre hingga keluar jalan masuk SPBU.
Nasuha satu di antara warga Desa Senggoro yang ikut dalam antrean kendaraan sepeda motor mengaku sudah mengantre sejak pukul 07.00 WIB, SPBU baru buka sekitar pukul 08.30 WIB.
Menurut dia kondisi seperti ini sudah terjadi sejak tiga sampai empat hari terakhir, karena minyak dipedagang eceran kosong tidak ada penjualnya.
"Kita biasanya beli di eceran, sejak empat hari ini eceran sulit di dapat, beberapa waktu lalu masih ada yang buka, sekarang sudah kosong semua makanya kita sekarang cari ke SPBU," terang Nasuha.
Menurut dia, keberadaan eceran sebenarnya cukup membantu, meskipun harganya lebih mahal dari yang di SPBU. "Kalau masih Rp 12.000 perliter masih masuk akal, selama ini kita beli di eceran sudah juga segitu tidak ada masalah," terangnya.
Baca juga: Minyakita di Pasaran Bengkalis Masih Tersedia, Sebagian Dijual di Atas HET
Namun memang beberapa hari terakhir penjual eceran sudah banyak kosong. Adapun yang masih buka harganya tinggi, kalau sekarang sepertinya di eceran kosong semua," terang Nasuha.
Hal yang sama juga diungkap Siti warga Desa Sungai Alam kecamatan Bengkalis, pihaknya ngantre sejak pagi tadi. Sampai pukul 10.00 WIB ini baru masuk ke dalam SPBU untuk dapat minyak.
Menurut dia, pihaknya selama ini memang terbiasa beli di eceran, bahkan bisa dikatakan jarang melakukan pengisian di SPBU. Karena sudah tidak jumpa penjual eceran yang memiliki stok pertalite, makanya datang ke SPBU langsung.
"Biasa kita beli di kedai eceran saja, tapi beberapa hari belakangan kosong semua penjualan di eceran. Makanya hari ini ikut antre di pedagang eceran," terangnya.
Menurut Siti, pihaknya lebih senang melakukan pengisian eceran, selain tidak perlu antre, kalau hari biasa di sekitaran tempat tinggalnya banyak penjualnya.
"Kalau eceran kita tak perlu antre lagi, isi langsung. Sekarang karena tidak ada lagi eceran yang buka terpaksa kita beli langsung di SPBU, mau tidak mau harus ngantre lah karena besok kerja tentu harus ada minyak motor kalau tidak bagaimana mau kerja," terangnya.
| DPRD Riau Minta Wali Murid Segera Melapor Jika Temukan Kejanggalan dalam SPMB SMA dan SMK |
|
|---|
| Pertamax Melonjak, Krisis Mulai Mengetuk Pintu, Rakyat Bersiap Menanggung Efek Berantai |
|
|---|
| BBM Non Subsidi Naik, Antrian Solar Kembali Mengular di SPBU Pangkalan Kerinci |
|
|---|
| Jauh Sebelum Harga Pertamax Naik, Kendaraan Kerap Mengular di SPBU Kota Garo Kampar |
|
|---|
| Dani Sebut Abdul Wahid Singgung Soal 'Komitmen' dari Penambahan Anggaran Dinas PUPR-PKPP Riau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Antrean-Kendaraan-Roda-Dua-di-SPBU-Jalan-Bantan-Desa-Senggoro-bengkalis.jpg)