Jumat, 8 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dampak Pasokan BBM Terbatas

Nelayan Dumai Tak Kesulitan BBM, SPBUN Dinilai Sangat Membantu Aktivitas Melaut

Para nelayan di Kota Dumai mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) untuk melaut. 

Tayang:
Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: M Iqbal
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau di Dumai, Indra Rahman mengecek aktifitas persiapan para nelayan yang akan melaut. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI – Para nelayan di Kota Dumai mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) untuk melaut. 

Keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Jalan TPI atau Wan Amir, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat dinilai sangat membantu keberlangsungan aktivitas mereka.

Salah seorang nelayan Dumai, Baim mengungkapkan sejauh ini pasokan BBM untuk melaut berjalan lancar tanpa kendala, meskipun suasana di SPBU mengalami antrean panjang.

Ia menyebut SPBUN di Dumai selalu melayani kebutuhan nelayan dengan baik, bahkan pihaknya tak pernah kehabisan BBM saat hendak melaut.

"Untuk BBM saat melaut tidak ada kendala. Di Dumai sudah ada SPBU nelayan yang memang melayani kami, jadi sangat terbantu," katanya, Selasa (5/5/2026)

Baim  menjelaskan dalam sekali melaut, biasanya  membawa sekitar 200 liter solar untuk kebutuhan selama lima hari di laut, BBM tersebut umumnya dibeli setelah pihanya  melakukan bongkar hasil tangkapan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pada pagi hari.

"Alhamdulillah harga solar di SPBU nelayan sekitar Rp 6.850 per liter, masih terjangkau bagi kami," tambahnya.

Sementara itu, Admin SPBUN Dumai, Nova Yuliana, memastikan kuota BBM untuk nelayan tidak mengalami pengurangan. 

Dirinya menyebut kuota yang disediakan mencapai sekitar 32 ribu kiloliter per bulan untuk wilayah Dumai dan Rupat.

"Kuota tidak dikurangi. Setiap hari pembelian kami batasi maksimal 1.000 liter, dan biasanya nelayan membeli sekitar 200 liter untuk kapal besar atau jenis kapal sondong," jelasnya.

Nova  menambahkan, sejauh ini penyaluran BBM berjalan lancar tanpa hambatan, karena sistem pembelian telah menggunakan barcode atau rekomendasi resmi dari pemerintah setempat.

Di sisi lain, Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau di Dumai, Indra Rahman mengungkapkan sekitar 96 nelayan di Kota Dumai masih aktif melaut tanpa kendala berarti, khususnya terkait BBM.

"Untuk BBM tidak ada masalah. Semua nelayan mendapatkan kuota sesuai peruntukan dan jenis kapal yang digunakan," imbuhnya

Ia mengingatkan bahwa tantangan utama yang dihadapi nelayan saat ini lebih kepada faktor cuaca ekstrem, untuk itu para nelayan diminta untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan.

"Kami mengimbau nelayan untuk tetap waspada, menjaga keamanan saat melaut, dan rutin memantau perkiraan cuaca," pungkasnya.

Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma putra 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved