Dampak Pasokan BBM Terbatas
Nelayan Dumai Tak Kesulitan BBM, SPBUN Dinilai Sangat Membantu Aktivitas Melaut
Para nelayan di Kota Dumai mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) untuk melaut.
Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: M Iqbal
TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI – Para nelayan di Kota Dumai mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) untuk melaut.
Keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Jalan TPI atau Wan Amir, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat dinilai sangat membantu keberlangsungan aktivitas mereka.
Salah seorang nelayan Dumai, Baim mengungkapkan sejauh ini pasokan BBM untuk melaut berjalan lancar tanpa kendala, meskipun suasana di SPBU mengalami antrean panjang.
Ia menyebut SPBUN di Dumai selalu melayani kebutuhan nelayan dengan baik, bahkan pihaknya tak pernah kehabisan BBM saat hendak melaut.
"Untuk BBM saat melaut tidak ada kendala. Di Dumai sudah ada SPBU nelayan yang memang melayani kami, jadi sangat terbantu," katanya, Selasa (5/5/2026)
Baim menjelaskan dalam sekali melaut, biasanya membawa sekitar 200 liter solar untuk kebutuhan selama lima hari di laut, BBM tersebut umumnya dibeli setelah pihanya melakukan bongkar hasil tangkapan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pada pagi hari.
"Alhamdulillah harga solar di SPBU nelayan sekitar Rp 6.850 per liter, masih terjangkau bagi kami," tambahnya.
Sementara itu, Admin SPBUN Dumai, Nova Yuliana, memastikan kuota BBM untuk nelayan tidak mengalami pengurangan.
Dirinya menyebut kuota yang disediakan mencapai sekitar 32 ribu kiloliter per bulan untuk wilayah Dumai dan Rupat.
"Kuota tidak dikurangi. Setiap hari pembelian kami batasi maksimal 1.000 liter, dan biasanya nelayan membeli sekitar 200 liter untuk kapal besar atau jenis kapal sondong," jelasnya.
Nova menambahkan, sejauh ini penyaluran BBM berjalan lancar tanpa hambatan, karena sistem pembelian telah menggunakan barcode atau rekomendasi resmi dari pemerintah setempat.
Di sisi lain, Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau di Dumai, Indra Rahman mengungkapkan sekitar 96 nelayan di Kota Dumai masih aktif melaut tanpa kendala berarti, khususnya terkait BBM.
"Untuk BBM tidak ada masalah. Semua nelayan mendapatkan kuota sesuai peruntukan dan jenis kapal yang digunakan," imbuhnya
Ia mengingatkan bahwa tantangan utama yang dihadapi nelayan saat ini lebih kepada faktor cuaca ekstrem, untuk itu para nelayan diminta untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan.
"Kami mengimbau nelayan untuk tetap waspada, menjaga keamanan saat melaut, dan rutin memantau perkiraan cuaca," pungkasnya.
Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma putra
| Antrean Mengular di SPBU, Warga Siak Keluhkan Sulitnya Pertalite |
|
|---|
| Polda Riau Pantau Distribusi BBM Subsidi Antisipasi Penyelewengan, Tempatkan Personel di Semua SPBU |
|
|---|
| Ada 18 Perusahaan Penyalur BBM di Kabupaten Siak, Rata-rata Antrean Panjang Setiap Hari |
|
|---|
| Pasokan Ditambah 50 Persen, Antrean BBM di Pekanbaru Mulai Terurai |
|
|---|
| Pertalite Kosong di SPBU, Warga Pekanbaru Terpaksa Beli Rp15 Ribu per Liter di Pengecer |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/UPT-Dinas-Kelautan-dan-Perikanan-Provinsi-Riau-di-Dumai-nelayan-yang-akan-melaut.jpg)