Sabtu, 30 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dampak Melonjaknya Dolar

Harga Tempe dan Tahu di Dumai Naik, Penjual Gorengan Pusing

Harga tahu dan tempe di Dumai mengalami kenaikan dampak kenaikan harga kedelai yang terpengaruh dengan melemahnya rupiah terhadap dolar.

Tayang:
Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: M Iqbal
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Penjual tahu dan tempe di Pasar Kelakap Tujuh, Dumai. Ia mengaku sejak beberapa hari belakangan, harga keduanya mengalami kenaikan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Harga dolar kian meningkat tentunya mulai berdampak terhadap beberapa harga bahan pokok, seperti harga kacang Kedelai.

Mulai naiknya harga kedelai akan berimbas pada beberapa bahan pokok yang berbahan dasar kedelai seperti tahu dan tempe.

Di Kota Dumai, tepatnya di beberapa pasar tradisional harga tahu dan tempe mulai merangkak naik, dibarengi dengan beberapa bahan pokok lainnya. 

Roby salah satu penjual tempe dan tahu di pasar Kelakap Tujuh Kota Dumai mengaku, bahwa harga tempe dan tahu mulai ada kenaikan harga.

"Mulai naik bang, harga tempe yang berukuran sedang itu dua potong Rp6 ribu untuk tempe daun pisang, sedangkan tempe plastik itu Rp 5 ribu sebungkus. Sedangkan tahu sebungkus isi 10 harga mulai Rp5 sampai 7 ribu bang," katanya, Jumat (29/5/2026)

Ia mengaku harga tersebut dipengaruhi  kenaikan harga kedelai sejak beberapa hari yang lalu.

Sama halnya dengan Roby, Nina  pedagang sayuran mengaku bahwa harga tempe dan tahu sudah mulai naik beberapa hari yang lalu.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Dumai, Zulfikar membenarkan bahwa harga beberapa bahan pokok ‎di Kota Dumai, mengalami kenaikan seperti cabe merah, tempe dan tahu

"Untuk harga tempe saat ini Rp 12 ribu per kg yang awalnya Rp10 ribu. Sedangkan harga tahu dari Rp 11 ribu menjadi Rp 12 ribu per kg," sebutnya.

"Kami akan terus memantau harga pokok ditengah kondisi harga dolar naik, agar harga tidak naik signifikan," jelasnya

Imbas naiknya harga tahu dan tempe, membuat penjual gorengan di Kota Dumai resah.

"Pening harga tempe dan tahu mulai naik. Untung tipis kalau harga goreng tak dinaikan. Sekarang saya jual gorengan empat Rp 5 ribu. Kalau dibuat tiga Rp 5 ribu pasti berdampak pada omset," pungkasnya. 

Tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra‎

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved