Dampak Pasokan BBM Terbatas
Pemkab Pelalawan Panggil Pertamina dan Seluruh SPBU Bahas Pasokan BBM
Bupati Zukri sempat meninjau ke beberapa SPBU bersama pimpinan DPRD dan Kapolres Pelalawan pada Minggu (3/5/2026),
TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan memanggil Pertamina, BPH Migas, serta seluruh pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada Senin (4/5/2026) sore lalu.
Pertemuan ini membahas seputar kelangkaan BBM yang melanda seluruh wilayah Pelalawan dalam satu pekan ini.
Bahkan mengakibatkan antrean panjang di setiap SPBU hingga mengganggu arus lalu lintas.
Rapat koordinasi digelar di ruang rapat lantai ll kantor bupati yang dihadiri seluruh perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Ketua DPRD Syafrizal, Kajari Eka Nugraha, Polres Pelalawan serta perwakilan Dandim.
Sedangkan pihak Pertamina Patra Niaga dihadiri Riza, BPH Migas Ferlina, serta seluruh pengelola SPBU yang ada di Pelalawan. Para pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga hadir dalam rapat.
"Hasil temuan kami di lapangan, ada beberapa persoalan yang menyebabkan antrian panjang di seluruh SPBU. Sehingga terjadi kelangkaan ini," kata Bupati Zukri setelah membuka pertemuan, Senin (4/5/2026) lalu.
Bupati Zukri sempat meninjau ke beberapa SPBU bersama pimpinan DPRD dan Kapolres Pelalawan pada Minggu (3/5/2026), untuk mendeteksi penyebab antrian panjang dan kelangkaan BBM yang melanda Pelalawan.
Yakni adanya keterlambatan pengiriman BBM dari Pertamina ke SPBU yang menyebabkan pelayanan ke masyarakat tersendat.
Baca juga: Gejolak BBM di Riau, Harga Kebutuhan Harian Belum Terdampak
Baca juga: Antrean BBM Bikin Macet, Polres Pelalawan: Pengelola SPBU Harus Siapkan Petugas Atur Kendaraan
Kemudian permintaan atas BBM subsidi seperti pertalite dan biosolar meningkat, karena warga pengguna BBM non subsidi beralih ke subsidi akibat kenaikan harga minyak non subsidi yang melambung tinggi.
"Pengguna non subsidi meningkat, padahal kuota tidak bertambah. Ini salah satu penyebabnya," beber Bupati Zukri.
Selain itu, kata Zukri, penyalur BBM eceran di desa-desa tidak beroperasi lagi dalam satu pekan ini. Alhasil masyarakat berbondong-bondong ke SPBU untuk mengisi minyak dan menyebabkan antrian yang sangat panjang dari biasanya.
Bupati Pelalawan dua periode ini juga menyoroti adanya SPBU di wilayah Desa Segati, Kecamatan Langgam yang tidak beroperasi lagi.
Padahal baru berjalan selama 24 hari. Akibat terjerat kasus hukum yang ditangani Polres Pelalawan beberapa waktu lalu. Diharapkan supaya di SPBU kembali aktif dan proses hukum tetap berjalan tanpa intervensi.
"Di Kecamatan Langgam hanya ada satu SPBU itu untuk melayani sekitar 20 ribu kepala keluarga, termasuk nelayan dan sektor perkebunan. Sekarang tak beroperasi lagi. Tentu warga semakin kesulitan,” ungkapnya.
| Antrean BBM Bikin Macet, Polres Pelalawan: Pengelola SPBU Harus Siapkan Petugas Atur Kendaraan |
|
|---|
| Stok Pertalite di Pekanbaru Aman, Tapi Antrean Kendaraan Tetap Saja Terjadi |
|
|---|
| Pakai Solar Subsidi, Nelayan di Rohil Mengaku Tidak Kesulitan Dapatkan BBM |
|
|---|
| Bupati Suhardiman Waspadai Kenaikan BBM Non Subsidi Picu Lonjakan Harga Bahan Pokok di Kuansing |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Pemkab-Pelalawan-memanggil-Pertamina-BPH-Migas-serta-seluruh-pengelola-SPBU.jpg)