Sabtu, 23 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Pelalawan

Hotpot dan Firespot Masih Nihil, BPBD Pelalawan Waspada Titik Api Tak Terdeteksi Satelit

titik panas dan titik api di Pelalawan berkurang drastis setelah curah hujan meningkat mulai awal April.

Tayang:
Penulis: johanes | Editor: Sesri
FOTO BPBD Pelalawan
Tim gabungan kembali melanjutkan pemadaman dan pendinginan di lokasi Karhutla Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan Riau pada pada Bulan Maret lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan masih nihil selama dua bulan terakhir.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si, titik panas dan titik api berkurang drastis setelah curah hujan meningkat mulai awal April.

Puluhan Hotspot yang terdeteksi sebelumnya menurun dan firespot yang sulit ditangani langsung pada total. Kondisi ini terus bertahan hingga pekan ketiga Mei.

"Karhutla belum ada lagi sejak terakhir yang di Teluk Meranti dua bulan lalu. Jika hotspot memang ada muncul, tapi tak berpotensi jadi titik api," ungkap Zulfan kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (22/5/2026). 

Diterangkannya, curah hujan tinggi yang dibantu dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari BNPB dan BPBD Riau, sangat efektif menekan munculnya titik api penyebab Karhutla di Pelalawan.

Khususnya di daerah yang sering terjadi kebakaran lahan seperti Kecamatan Teluk Meranti, Kuala Kampar, Pangkalan Kerinci, Ukui, dan Langgam.

Meski demikian, BPBD Pelalawan bersama tim gabungan hingga ke tingkat kecamatan masih tetap menggelar patroli titik api.

Sekaligus sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya dan resiko membakar lahan yang bisa menyebabkan Karhutla yang tak terkendali. 

Baca juga: 19 TSK Korupsi Pupuk Subsidi Segera Dilimpahkan, Ada Potensi TSK Baru? Ini Kata Kejari Pelalawan

"Patroli masih diintensifkan untuk mengantisipasi titik api yang tak terdeteksi oleh satelit. Berdasarkan pengalaman kita, ada beberapa kali terjadi," tandas Zulfan.

Zulfan merincikan, luas lahan yang terbakar hampir 800 hektar atau tepatnya 792,94 hektar sejak Januari lalu. Areal yang paling luas dilalap api yakni Kecamatan Kuala Kampar 587,14 hektar lahan gambut.

Dengan sebaran di Kelurahan Teluk Dalam 105,34 hektar, Desa Sungai Upih hangus 244 hektar, Desa Teluk Beringin mencapai 142 hektar, dan Desa Sungai Solok 95 hektar. 

Kemudian di Kecamatan Teluk Meranti seluas 190,8 hektar tanah gambut gosong akibat Karhutla.

Diantaranya di Desa Gambut Mutiara mencapai 118,3 hektar, Desa Pangkalan Terap ada 40 hektar, Desa Pulau Muda seluas 23,5 hektar, dan Kelurahan Teluk Meranti 9 hektar. 

"Terakhir di Kecamatan Pangkalan Kerinci tepatnya di Kelurahan Pangkalan Kota seluas 15 hektar lahan yang terbakar," tambah Zulfan. 

Jika dibandingkan dengan luas lahan yang terbakar sepanjang 2025 yang tidak sampai 150 hektar, Karhutla 2025 periode April ini sudah mencapai hampir 6 kali lipat luasannya.

Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan dan Provinsi Riau serta pusat.  

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved