SPMB Riau 2026
Jangan Jual Formulir, Disdikbud Pelalawan Ingatkan Kepsek Tak Ada Pungli SPMB Tingkat SD dan SMP
penerimaan murid baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dsn Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pelalawan dimulai secara serentak besok.
Penulis: johanes | Editor: Muhammad Ridho
TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Besok, Senin (15/7/2026, penerimaan murid baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dsn Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pelalawan dimulai secara serentak.
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 di Pelalawan digelar bersamaan.
Seluruh sekolah telah mempersiapkan diri untuk menerima pendaftaran calon siswa, khususnya sekolah negeri. Petunjuk pelaksanaan telah diberikan Disdikbud Pelalawan kepada semua Kepala Sekolah (Kepsek) maupun panitia SPMB, untuk dilaksanakan dan dipatuhi.
"Kami ingatkan Kepsek maupun panitia SPMB, jangan ada jual beli formulir. Jangan ada pungutan apapun dalam penerimaan siswa baru," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikbud Pelalawan, Leo Nardo kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (14/7/2026).
Ia menjelaskan, bagi sekolah yang melaksanakan SPBM secara offline, tentu calon siswa atau orangtua murid akan menjemput formulir daftar mulai besok.
Panitia diingatkan agar tidak ada transaksi uang dalam pengambilan dokumen pendaftaran itu.
Demikian juga dengan sekolah yang melaksanakan SPMB online, pihak sekolah diminta agar tidak bermain-main dengan sistem yang ada demi mengambil keuntungan.
Kepsek juga diharuskan memantau dan mengontrol secara penuh, agar tidak ada Pungli selama proses SPMB hingga siswa baru memulai tahun ajaran baru.
"Kami tegaskan SPMB gratis dan tak dipungut biaya sepeserpun. Jika ada pihak-pihak yang masih membandel untuk Pungli, resikonya ditanggung masing-masing," tegas Leo Nardo.
Baca juga: Pemkab Pelalawan Siapkan 5 Bus dan 2 Truk Sambut Kepulangan Jamaah Haji
Disdikbud Pelalawan mengingatkan agar seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) maupun panitia SPMB di sekolah, agar tidak menerima siswa melebihi daya tampung yang ada. Pasalnya, akan menimbulkan persoalan baru di kemudian hari setelah proses belajar mengajar dimulai. Karena Data Pokok Pendidikan (Dapodik) telah ditetapkan sejak awal, sebelum SPMB dimulai.
"Jadi Dapodik sudah dikunci di awal, tidak seperti dulu lagi dikunci setelah penerimaan siswa baru. Otomatis siswa yang diterima harus sesuai dengan daya tampung yang ada," katanya.
Dapodik merupakan database yang dikelola oleh kementerian dan seluruh peserta didik tercatat dalam sistem data tersebut. Apabila sekolah menerima siswa melebihi daya tampung, bakal ada murid yang tidak masuk dapodik. Sehingga hak-haknya tidak akan didapatkan, termasuk persoalan raport hingga ijazah nantinya.
"Yang kasihan itu siswanya nanti, apabila dipaksakan. Tak masuk dapodik, sama saja tidak sekolah. Tak dihitung pada sistem kementerian," beber Leo Nardo.
Sebenarnya penegasan ini telah disampaikan berulang-ulang dan jauh-jauh hari sebelum jawal SPMB 2026 diumumkan. Calon siswa akan mulai mendaftar pada tanggal 15 Juni dan berlangsung selama tiga hari sampai 18 Juni nanti. Panitia SPMB yang dibentuk sekolah langsung melakukan verifikasi dan validasi data sejak 16 juni sampai 18 Juni.
"Masih sedikit yang menggunaan sistem online, itupun di wilayah Pangkalan Kerinci saja. Sebagian besar sekolah di Pelalawan masih SPMB offline atau mengambil formulir ke sekolah," jelasnya.
| Disdik Riau Pastikan Kuota Sekolah Negeri Masih Surplus, Siswa Diminta Tak Terpaku Sekolah Favorit |
|
|---|
| Hari Keempat SPMB SMA/SMK Negeri di Riau, Pendaftar Sudah Tembus 40 Ribu Siswa |
|
|---|
| DPRD Riau Minta Wali Murid Segera Melapor Jika Temukan Kejanggalan dalam SPMB SMA dan SMK |
|
|---|
| SPMB Tingkat SD di Kota Pekanbaru Bergulir Mulai 29 Juni 2026, Anak Usia 7 Tahun Jadi Prioritas |
|
|---|
| Hari Kedua SPMB, SMKN 1 Siak Fokus Dampingi Calon Siswa Lengkapi Persyaratan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Kepala-Disdikbud-Pelalawan-Leo-Nardo-memantau-proses-SPMB.jpg)