Jembatan Sungai Rokan Hampir Rampung, Progres Perbaikan Sudah 95 Persen
Jembatan yang berada di Desa Suka Damai itu sebelumnya ditutup total sejak 4 September 2025.
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Perbaikan Jembatan Sei Rokan di Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), kini hampir rampung.
Progresnya sudah mencapai 95 persen, dan jika tak ada kendala, jembatan penghubung vital antara Ujung Batu dan Pasir Pangaraian itu akan mulai diuji coba pada akhir Oktober 2025.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, menyebutkan proses perbaikan berjalan sesuai jadwal.
“Alhamdulillah progresnya sudah 95 persen. InsyaAllah, jika cuaca mendukung dan tak ada hambatan teknis, uji coba pemakaian bisa kita lakukan di akhir Oktober ini,” kata Zulfahmi, Minggu (5/10/2025).
Jembatan yang berada di Desa Suka Damai itu sebelumnya ditutup total sejak 4 September 2025.
Penutupan dilakukan karena proses pendongkrakan dan perkuatan struktur untuk mengembalikan posisi lantai jembatan yang sempat miring akibat ditabrak kapal ponton beberapa waktu lalu.
Bahkan, Gubernur Riau Abdul Wahid sempat meninjau langsung proses perbaikan tersebut. Dalam kunjungan itu, Gubernur turun hingga ke tepi Sungai Rokan untuk melihat kondisi pondasi tiang jembatan yang rusak parah akibat benturan kapal.
Baca juga: Jembatan Jalan Lingkar Ujung Batu Terbengkalai, Wakil Ketua DPRD Riau Desak Pemprov Segera Tuntaskan
Kehadirannya kala itu menjadi penyemangat bagi pekerja dan warga sekitar agar proyek bisa segera diselesaikan.
Zulfahmi menjelaskan, jembatan akan dibuka penuh setelah proses uji kekuatan struktur selesai.
“Setelah 28 hari pasca pengecoran dan struktur benar-benar kuat, jembatan baru dibuka penuh untuk umum. Sesuai kontrak, pekerjaan ini berakhir pada akhir November 2025,” jelasnya.
Selama proses perbaikan, arus lalu lintas terpaksa dialihkan ke jalur alternatif melalui Jembatan Gantung Lubuk Bendahara di Kecamatan Rokan IV Koto.
Jalur ini memutar cukup jauh, melewati Simpang Siabu – Lubuk Bendahara – Lubuk Bendahara Timur – hingga Simpang Pematang Tebih.
Kondisi itu cukup dirasakan oleh warga dan para sopir yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
“Semenjak jembatan ditutup, kami terpaksa mutar jauh lewat Lubuk Bendahara. Biasanya cuma 15 menit, sekarang bisa hampir satu jam,” keluh Ahmad Jailani, salah seorang sopir truk yang rutenya melewati jalan lintas ujung batu - pasir pengaraian.
Meski begitu, ia tetap berharap perbaikan segera tuntas.
“Kalau sudah siap diperbaiki dan dibuka lagi, kami semua pasti senang,” ujarnya.
(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)
| WFH di Rohul, Bupati Anton Kunjungi RSUD, Disdukcapil Ramai Seperti Biasa |
|
|---|
| Pelaku Rudapaksa Anak Kandung di Rohul Sempat Digerebek Polisi, Tapi Berhasil Kabur |
|
|---|
| Pengakuan Adik Kakak Korban Rudapaksa Ayah Kandung di Rohul, Diancam Akan Dibunuh |
|
|---|
| Sempat Ingin Kabur, Buruh Sawit di Rohul Dihajar Warga Karena Rudapaksa Anak Kandung |
|
|---|
| Kepala Puskesmas Rokan IV Koto II Akhirnya Diganti, Buntut Layanan Puskesmas Tutup di Jam Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Kondisi-Jembatan-Sungai-Rokan-Rohul-yang-miring.jpg)