UMKM Rohul
Sempat Dicemooh Warga Kala Lestarikan Dodol Khas Rohul
Melestarikan kue tradisional dodol Rokan Hulu bukan perkara gampang. Dapat cemooh warga kala menjadi salah satu tantangan yang dihadapi.
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: M Iqbal
Melestarikan kue tradisional dodol Rokan Hulu bukan perkara gampang. Dapat cemooh warga kala menjadi salah satu tantangan yang dihadapi.
TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIR PENGARAIAN - Jalan melestarikan kue tradisional dodol Rokan Hulu yang dirintis Jamaluddin Nasution 5 tahun lalu tidaklah berjalan mulus. Sejumlah tantangan ia hadapi.
Usaha ini sendiri dilakukan masih secara tradisional dan gotong royong. Lokasi pembuatan dodol di Jalan Botu Namira Suri di Dusun Keramat, Kaiti III, Desa Rambah Tengah Barat Kaiti, Kecamatan Rambah.
"Saya sempat dicemooh mulai ngerjakan dodol ini," cerita Jamaluddin Nasution pada Tribunpekanbaru.com, Jumat pekan lalu (13/3/2026).
Awalnya ia memang mengerjakan berbagai hal. Mulai dari menyadap aren, ia lakukan. Setiap hari ia mengumpulkan air nira dari aren - salah satu bahan krusial dalam pembuatan dodol.
"Saya dicemooh ngak ada kerjaan lain," kenangnya.
Namun secara perlahan, usaha kue tradisional tersebut menunjukkan hasil. Banyak warga yang mulai memesan termasuk diantara beberapa pejabat Pemkab Rohul.
Secara perlahan, kaum lelaki warga sekitar mulai melirik. Sudah mau menyadap aren untuk ia tampung.
"Sekarang banyak anak muda ngak gengsi lagi nyadap aren. Karena hasilnya lumayan kan," ucapnya.
Dikatakannya selain ingin melestarikan kue tradisional, salah satu pendorong ia meneruskan pembuatan dodol ini yakni ketersediaan bahan baku.
Bahan bakunya yakni gula aren, tepung beras pulut, santan kepala, garam secukupnya dan vanilla. Itulah bahan baku utama pembuatan dodol.
"Aren banyak ditempat kita. Santan dan tepung juga tersedia dalam jumlah banyak. Bahan bakunya di sini semua," katanya.
Misi melestarikan kue tradisional warisan leluhur pun sudah berhasil ia lakukan - untuk sejauh ini. Ia pun ingin melangkah lebih jauh yakni menjadi dodol ini oleh-oleh khas Rohul dan Riau.
Bila itu terwujud, maka perekonomian warga sekitar bisa berkembang. Sebab pembuatan dodol akan membutuhkan pekerja yang cukup banyak.
"Harapan kita selain melestarikan kue leluhur ini, ini bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar,' katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pekerja-mengaduk-dodol-di-rohul.jpg)