Selasa, 12 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Trestel Pelabuhan Tanjung Buton Rubuh

Operasional Tenan KITB Lumpuh Sementara, Pekerja Menunggu Kepastian

Rubuhnya trestle Pelabuhan Industri Tanjung Buton berdampak luas terhadap keberlangsungan aktivitas bisnis di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB).

Tayang:
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Muhammad Ridho
Bangkapos/Mayonal Putra
Trestel menuju dermaga di pelabuhan industri Tanjung Buton Siak roboh, Senin (5/1/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Aktivitas bisnis di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) lumpuh pasca rubuhnya trestel Pelabuhan Tanjung Buton.
  • Dampak lain yang tak kalah serius adalah terhambatnya rencana investasi baru yang akan masuk ke KITB.

 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Rubuhnya trestle Pelabuhan Industri Tanjung Buton berdampak luas terhadap keberlangsungan aktivitas bisnis di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB).

Sejumlah perusahaan yang menggantungkan distribusi dan ekspor produknya melalui pelabuhan tersebut kini terpaksa menghentikan operasional pengapalan, menyusul penutupan total pelabuhan berdasarkan surat dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Direktur PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Mohd Soeharto, mengatakan kondisi ini menyebabkan kerugian berlapis.

Tidak hanya bagi investor, tetapi juga ratusan tenaga kerja yang menggantungkan hidup pada aktivitas pelabuhan.

“Operasional tenan yang sudah ada jelas terganggu. Untuk dimaklumi, Pelabuhan Tanjung Buton selama ini sangat bergantung pada aktivitas ekspor cangkang, dengan tiga stockpile berada di dalam kawasan KITB dan enam lainnya di luar kawasan,” kata Soeharto kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (6/1/2026).

Menurutnya, selain ekspor cangkang, pelabuhan tersebut juga secara periodik digunakan untuk ekspor produk plain paper dan tisu milik PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP).

Baca juga: KSOP Tanjung Buton Tutup Sementara Operasional Pelabuhan, Perbaikan Trestel Dianggarkan 2026 Ini

Baca juga: Afni Sedih Dermaga Pelabuhan Tanjung Buton Siak Rubuh, Upaya Pengelolaan Lewat BUMD Terancam

IKPP selama ini menjadikan Pelabuhan Tanjung Buton sebagai salah satu pintu ekspor.

“Dengan kondisi pelabuhan ditutup sementara, seluruh aktivitas pengapalan otomatis berhenti. Barang atau produk yang sudah menumpuk tidak bisa dikapalkan, ini tentu berdampak pada arus kas dan keberlanjutan usaha para investor,” ujarnya.

Soeharto menambahkan, dampak lain yang tak kalah serius adalah terhambatnya rencana investasi baru yang akan masuk ke KITB.

Terutama bagi investor yang sedang atau akan memasuki tahap konstruksi dan membutuhkan fasilitas pelabuhan untuk mendatangkan material berukuran besar.

“Banyak material konstruksi yang tidak memungkinkan diangkut melalui jalur darat, apalagi dengan keterbatasan kelas jalan. Ketika pelabuhan tidak berfungsi, maka seluruh tahapan investasi ikut tersendat,” jelasnya.

Ia juga tak bisa membayangkan nasib ratusan pekerja pelabuhan dan pekerja pendukung lainnya yang kini berada dalam posisi menunggu tanpa kepastian.

Aktivitas bongkar muat yang terhenti membuat sebagian besar tenaga kerja tidak dapat bekerja seperti biasa.

“Saat ini kami masih mengupayakan pendataan ke seluruh tenan di KITB untuk menghitung secara detail dampak dan potensi kerugian yang ditimbulkan. Data ini penting sebagai dasar langkah lanjutan yang akan kami tempuh bersama pemerintah dan pihak terkait,” kata Soeharto.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved